Dony Oskaria Janjikan Penyelesaian Utang Whoosh dan Konsolidasi Industri Gula dalam Waktu Singkat

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 08 April 2026 | Jakarta – Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan dua langkah strategis pemerintah yang akan mengubah lanskap infrastruktur dan industri gula Indonesia dalam hitungan bulan. Pada satu sisi, ia menjanjikan penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta‑Bandung (Whoosh) dalam dua bulan ke depan. Pada sisi lain, ia mengumumkan percepatan merger antara holding gula ID Food dan PT Sinergi Gula Nusantara (Sugar Co) yang diproyeksikan selesai bulan depan, sekaligus menargetkan konsolidasi penuh pada semester kedua tahun ini.

Strategi Penyelesaian Utang Proyek Whoosh

Dony Oskaria menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan beberapa skema penyelesaian utang Whoosh, dengan target finalisasi dalam satu hingga dua bulan. Pilihan skema mencakup pengalihan sebagian beban ke Kementerian Keuangan, serta kemungkinan pengambilalihan oleh kementerian terkait terhadap konsorsium KCIC. Semua opsi dipertimbangkan secara hati‑hati untuk menghindari kegaduhan publik dan memastikan transparansi.

Baca juga:
Truk Kopdes Merah Putih Tiba di Situbondo: 25 Unit Siap Diserahkan, 5 Masih Tertahan di Kodim!

“Apakah menggunakan opsi A atau opsi B, semuanya akan selesai dalam satu hingga dua bulan,” ujar Dony dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa 7 April 2026. Ia menambahkan bahwa restrukturisasi utang akan melibatkan konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan mengembalikan fokus utama BUMN pada bidang inti masing‑masing, seperti PT Wijaya Karya (Wika) yang kembali difokuskan pada kontraktor infrastruktur.

  • Pengalihan beban utang ke Kementerian Keuangan.
  • Pembahasan internal terkait pengambilalihan KCIC.
  • Penataan ulang peran BUMN agar tidak terlibat di luar kompetensi inti.

Langkah ini diharapkan mengurangi tekanan fiskal jangka panjang dan memperkuat ekosistem keuangan BUMN, sekaligus menyiapkan ruang bagi proyek infrastruktur lain yang lebih prioritas.

Konsolidasi Industri Gula: Merger ID Food ke Sugar Co

Tak lama setelah membahas Whoosh, Dony Oskaria beralih pada sektor agribisnis, mengumumkan rencana konsolidasi bisnis gula BUMN. Seluruh aset gula milik Holding BUMN Pangan ID Food akan dialihkan ke PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), yang dikenal sebagai Sugar Co. Proses merger diproyeksikan selesai pada bulan depan, dengan target finalisasi penuh pada semester kedua 2026.

“Mergernya, bulan depan sudah harus selesai. Kita akan mengambil alih semua perusahaan gulanya ID Food dan disatukan ke dalam SGN,” kata Dony dalam pertemuan di Kompleks Parlemen, Rabu 8 April 2026. Ia menegaskan bahwa konsolidasi ini akan menghasilkan satu holding pabrik gula yang menguasai sekitar 60% pangsa pasar nasional, mempercepat tujuan swasembada gula.

Baca juga:
BBRI Obral Gede! Harga Saham Turun ke Rp3.240, Saatnya Serok atau Wait and See?

Sugar Co sebelumnya mencatat kerugian sebesar Rp680 miliar akibat masuknya gula rafinasi impor yang merembes ke pasar konsumen, melanggar regulasi Permendag No.1/2019 yang mengharuskan gula rafinasi hanya untuk keperluan industri. Pemerintah telah menggelontorkan subsidi Rp1,5 triliun untuk menstabilkan harga gula BUMN, namun dampaknya belum signifikan.

  • Target penyelesaian merger: bulan depan (April 2026).
  • Target konsolidasi penuh: semester II 2026.
  • Pangsa pasar gula nasional pasca‑merger: ~60%.
  • Kerugian Sugar Co 2026: Rp680 miliar.

Dengan penggabungan tersebut, ID Food akan berfokus pada perdagangan dan distribusi komoditas pangan, sementara Sugar Co akan mengelola produksi, pengolahan, dan inovasi teknologi gula serta produk turunannya. Dony menekankan pentingnya peningkatan produktivitas tebu dan efisiensi pabrik untuk mendukung swasembada gula secara berkelanjutan.

Implikasi Ekonomi dan Fiskal

Langkah ganda yang diambil Dony Oskaria memiliki implikasi signifikan bagi keuangan negara. Penyelesaian utang Whoosh diharapkan mengurangi beban hutang publik sebesar ratusan triliun rupiah, memperbaiki rasio utang‑PDB, dan membuka ruang anggaran untuk proyek strategis lain. Di sisi lain, konsolidasi industri gula diharapkan menstabilkan harga gula domestik, meningkatkan profitabilitas BUMN, serta melindungi petani tebu dari fluktuasi pasar impor.

Para analis menilai bahwa integrasi ini dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi duplikasi biaya, dan memperkuat daya saing industri gula Indonesia di pasar regional. Selain itu, dengan mengalihkan beban utang Whoosh ke kementerian terkait, pemerintah dapat menyiapkan kerangka kebijakan yang lebih terkoordinasi untuk proyek‑proyek infrastruktur masa depan.

Baca juga:
Negara Tetangga Naikkan Harga Bensin dan Solar, Indonesia Tetap Stabil – Apa Penyebabnya?

Secara keseluruhan, kebijakan Dony Oskaria mencerminkan upaya pemerintah untuk menata kembali prioritas fiskal dan industrialisasi, sekaligus menegaskan komitmen pada transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.

Dengan target penyelesaian yang jelas dan jadwal ketat, diharapkan kedua inisiatif ini akan menjadi contoh keberhasilan restrukturisasi strategis yang dapat diikuti oleh sektor‑sektor lain dalam rangka memperkuat perekonomian Indonesia.