Kejuaraan Asia Badminton 2026: Toh Ee Wei dan Chen Tang Jie Gagal Raih Medali, Terkalahkan Korea dalam Kejutan

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 10 April 2026 | Pasangan ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei, yang memegang gelar Juara Dunia serta juara Indonesia Masters 2026, menargetkan setidaknya medali perunggu pada Kejuaraan Asia Badminton (BAC) 2026 yang diselenggarakan di Ningbo, China. Namun ambisi tersebut harus berakhir pahit setelah mereka tersingkir di perempat final oleh duo Korea Selatan berperingkat dunia 147, Kim Jae‑hyeon dan Jang Ha‑jeong.

Perjalanan Menuju Babak Perempat Final

Chen‑Toh memulai kampanye mereka dengan kemenangan meyakinkan melawan pasangan India, Dhruv Kapila dan Tanisha Crasto, dengan skor 21‑13, 21‑14. Kemenangan tersebut menegaskan kualitas mereka sebagai unggulan keempat dan menumbuhkan harapan akan penampilan konsisten di turnamen bergengsi ini.

Baca juga:
Skenario Timnas Indonesia Naik ke Ranking 116 FIFA lewat FIFA Series 2026: Dua Kunci Utama yang Harus Dipastikan

Namun, lawan yang mereka hadapi pada babak perempat final tidak kalah berbahaya. Kim Jae‑hyeon dan Jang Ha‑jeong, pasangan baru yang baru saja menapaki enam turnamen sebelum BAC, tampil agresif dan menampilkan taktik yang memanfaatkan kecepatan serta ketepatan smash. Meski peringkat dunia mereka jauh di belakang, pasangan Korea menunjukkan performa yang melampaui ekspektasi, termasuk mengalahkan duo peringkat dunia 10, Jafar Hidayatullah dan Felisha Pasaribu, dengan skor tiga set menegangkan 23‑21, 20‑22, 21‑10 pada putaran sebelumnya.

Faktor Kesehatan dan Kondisi Toh Ee Wei

Salah satu faktor yang menurunkan performa Chen‑Toh adalah masalah kesehatan yang dialami Toh Ee Wei. Menurut laporan yang beredar, Toh mengalami gangguan perut yang menghambat intensitas latihannya selama beberapa minggu terakhir. Ia baru kembali berlatih penuh pada pekan sebelum turnamen, sehingga belum sepenuhnya pulih pada saat pertandingan penting berlangsung.

Kondisi tersebut tampak memengaruhi koordinasi dan kecepatan gerak Toh di lapangan, memberikan ruang bagi lawan Korea untuk menekan dan mengendalikan rally. Meskipun Chen Tang Jie berusaha menutupi kelemahan tersebut dengan serangan net dan smash, tekanan berkelanjutan dari Kim/Jang membuat pasangan Malaysia kesulitan untuk mengembalikan momentum.

Analisis Pertandingan dan Hasil Akhir

Pertandingan berakhir dengan skor 19‑21, 17‑21 untuk Chen‑Toh. Dua game langsung tersebut memperlihatkan bahwa Korea tidak hanya mengandalkan keberuntungan, melainkan mengimplementasikan strategi yang terstruktur: servis yang variatif, pertahanan yang solid di net, serta serangan balik yang cepat pada setiap kesalahan lawan.

Baca juga:
KRI Bima Suci Luncurkan Misi Kartika Jala Krida 2026, Bawa 52 Kadet dari 24 Negara Sahabat

Dengan kegagalan mencapai semifinal, Chen‑Toh otomatis kehilangan peluang medali perunggu, karena format Kejuaraan Asia menjamin medali bagi semua pasangan yang masuk semifinal. Kegagalan ini menjadi pukulan berat mengingat prestasi mereka pada turnamen sebelumnya, termasuk gelar juara dunia dan Indonesia Masters.

Latar Belakang Performa Sebelumnya

Sejak debut pada edisi 2023 Dubai, pasangan ini belum pernah menembus semifinal Asian Championships. Pada debutnya di Dubai, mereka terhenti di babak kedua oleh pasangan Indonesia Praveen Jordan dan Melati Oktavianti. Di edisi berikutnya di Ningbo, mereka mengalami kekalahan pada putaran pertama melawan pasangan China, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong. Tahun sebelumnya, Chen‑Toh tidak berpartisipasi karena masalah internal yang sempat memicu perpecahan singkat di antara keduanya.

Namun, tahun 2026 menunjukkan perkembangan signifikan. Mereka berhasil mengukir gelar juara Indonesia Masters, serta meraih gelar juara dunia pada turnamen lain, menegaskan status mereka sebagai salah satu pasangan ganda campuran paling menakutkan di dunia.

Implikasi ke Depan

Kegagalan di BAC 2026 menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan fisik dan mental pasangan ini menjelang turnamen besar berikutnya, termasuk Thomas Cup dan Asian Games. Pelatih tim Malaysia diperkirakan akan meninjau kembali program pemulihan Toh Ee Wei serta menyesuaikan taktik permainan untuk mengatasi lawan yang semakin agresif.

Baca juga:
Presiden Lee Jae‑Myung Puji Konser Comeback BTS: Dampak Besar bagi Pariwisata dan Citra Korea Selatan

Di sisi lain, keberhasilan Korea Selatan menembus semifinal menandakan bahwa peringkat dunia tidak selalu menjadi indikator utama dalam kompetisi ganda campuran. Pasangan baru ini kini menjadi ancaman potensial bagi tim‑tim tradisional, termasuk Indonesia, Jepang, dan China.

Secara keseluruhan, kepergian Chen‑Toh di perempat final BAC 2026 menjadi pelajaran berharga bagi tim Malaysia. Mereka harus mengoptimalkan kebugaran pemain, memperkuat koordinasi pasangan, dan menyiapkan strategi yang dapat mengatasi kejutan tak terduga dari lawan berperingkat lebih rendah.

Harapan tetap ada, mengingat kualitas individu dan pengalaman internasional yang dimiliki Chen Tang Jie serta Toh Ee Wei. Jika mereka dapat mengatasi masalah kesehatan dan meningkatkan konsistensi, peluang kembali meraih medali di kompetisi selanjutnya tetap terbuka lebar.

Tinggalkan komentar