Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 02 Mei 2026 | Pertandingan pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 antara Persib Bandung melawan Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda menjadi saksi sebuah drama enam gol yang tak terlupakan. Setelah tertinggal 1-2 pada babak pertama, Maung Bandung berhasil membalikkan keadaan menjadi 4-2 berkat serangkaian aksi kolektif dan, yang paling menonjol, sebuah umpan silang kelas dunia dari Layvin Kurzawa.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, memasukkan Layvin Kurzawa pada menit ke-45 babak pertama. Mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut langsung memberikan dampak dengan mengendalikan bola di sisi kiri lapangan, melakukan satu sentuhan, mengangkat kepala, lalu menyiapkan crossing yang sempurna pada menit ke-49. Bola meluncur dengan kecepatan dan bobot yang tepat, menembus ruang di antara bek dan kiper lawan, kemudian disundul oleh Berguinho yang berhasil menegakkan gawang Aqil Savik.
Umpan Kelas Dunia yang Membuat Penonton Terpukau
Pengamat Persib, Indra Jaya, menilai bahwa Layvin Kurzawa tidak sekadar mengirimkan crossing, melainkan melakukan proses scanning terlebih dahulu, memastikan posisi rekan setim berada di area yang optimal. “Bobot crossingnya sangat berisi, tidak pelan. Hal itu membuat kiper dan bek lawan sulit untuk mengantisipasi,” ujarnya. Bahkan komentator langsung mengakui bahwa mereka belum pernah melihat jenis crossing seperti itu di Super League.
Menurut Indra, kebanyakan pemain lokal masih mengandalkan umpan pendek tanpa bobot, sehingga mudah dipotong atau diantisipasi. “Jika pemain muda terus melatih teknik drilling seperti ini, mereka dapat meniru kualitas crossing Layvin Kurzawa yang sudah terbukti berkelas,” tambahnya.
Comeback Dramatis Persib Bandung
Setelah gol pertama dari Federico Barba di menit kedua babak pertama, Bhayangkara FC sempat unggul 2-0 berkat gol Henry Doumbia dan Moussa Sidibe. Namun, gol penyama kedudukan oleh Berguinho pada menit ke-49 memberi semangat baru bagi Persib. Beckham Putra memperpanjang keunggulan pada menit ke-60, dan Adam Alis Setyano menutup skor pada menit ke-89, memastikan kemenangan 4-2.
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengaku kecewa meski dua gol mereka di babak kedua dianulir karena offside. Ia menegaskan bahwa timnya akan mengambil pelajaran berharga dari kekalahan tersebut dan bertekad menjadi lebih solid pada laga berikutnya melawan PSM Makassar.
Di sisi lain, Bojan Hodak menyoroti pentingnya mental juara. “Kami tidak goyah meski sempat payah. Kemenangan ini membuktikan kedalaman skuad dan kemampuan pemain internasional seperti Layvin Kurzawa untuk mengubah arah pertandingan,” ujarnya sesudah konferensi pers.
Para pendukung Persib yang hadir di lapangan mengekspresikan kebanggaan mereka terhadap aksi tim. Sorakan mengalir setiap kali bola meluncur ke arah gawang lawan, terutama setelah crossing Layvin Kurzawa yang memukau.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Persib menguasai 58% penguasaan bola, menciptakan 18 peluang tembakan, dan berhasil menembus pertahanan Bhayangkara dengan tiga crossing berbahaya, dua di antaranya berasal dari Layvin Kurzawa. Sementara Bhayangkara hanya mencatat 5 tembakan ke gawang.
Keberhasilan persis ini menegaskan posisi Persib Bandung di puncak klasemen sementara BRI Super League, sementara Bhayangkara FC harus berjuang memperbaiki performa mereka di sisa musim.