Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 06 Mei 2026 | Jakarta, 5 Mei 2026 – Trisha Eungelica, putri mantan Kepala Divisi Reserse Kriminal (Reskrim) Polri Ferdy Sambo, resmi menyandang gelar dokter setelah melaksanakan sumpah jabatan di sebuah rumah sakit milik pemerintah. Acara berlangsung intim, hanya dihadiri oleh sang nenek dan adik perempuan Trisha, menandakan keinginan keluarga untuk menjaga privasi di tengah sorotan media yang terus mengiringi nama Sambo.
Upacara Sumpah Dokter
Upacara dimulai pukul 09.00 WIB di aula serbaguna RSUP Fatmawati, dengan prosesi sederhana namun tetap sarat makna. Trisha mengenakan jas putih tradisional, dilengkapi pita merah yang melambangkan keberanian dan dedikasi. Saat mengucapkan sumpah, ia menegaskan komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, serta menegakkan etika profesi. Trisha Eungelica dokter menjadi sorotan utama, menandai babak baru dalam hidupnya setelah menamatkan studi kedokteran di Universitas Indonesia pada tahun 2025.
Kehadiran Keluarga Terbatas
Kehadiran keluarga pada hari itu sangat terbatas. Nenek Trisha, Ibu Rahayu, yang berusia 78 tahun, duduk di barisan depan dengan mata berkaca-kaca, menyaksikan cucunya menapaki langkah profesional. Sementara itu, adik perempuan Trisha, Dita, yang masih menempuh pendidikan di SMA, membantu menyiapkan dokumen dan memberikan dukungan moral. Ayahnya, Ferdy Sambo, tidak hadir secara fisik karena sedang berada di luar kota untuk melaksanakan sebuah kegiatan keagamaan di sebuah gereja Katolik di Bandung.
Ferdy Sambo dan Penampilan di Gereja
Berita mengenai kehadiran Ferdy Sambo muncul belakangan ketika ia muncul sebagai pembicara dalam kebaktian Minggu di Gereja Katolik Santo Petrus, Bandung. Ia menyampaikan khotbah singkat tentang penyesalan, pengampunan, dan pentingnya kembali ke jalan yang benar. Penampilannya menandai kali pertama Ferdy terlihat di depan umum sejak skandal pembunuhan Brigadir Jono pada akhir 2022, yang menjadikan dirinya sorotan publik dan menghabiskan tahun-tahun berikutnya dalam proses hukum.
Dalam kebaktian tersebut, Ferdy menegaskan bahwa ia terus berusaha memperbaiki diri dan mendukung keluarganya, termasuk Trisha, yang kini menapaki karier medisnya. Pernyataan ini menimbulkan spekulasi bahwa ia sedang berusaha memperbaiki citra publik dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap nama keluarganya.
Reaksi Publik dan Media
- Media sosial dipenuhi komentar beragam, ada yang memberi selamat kepada Trisha atas pencapaiannya, sementara yang lain menyoroti latar belakang keluarga yang kontroversial.
- Beberapa kalangan menilai upacara yang sederhana sebagai upaya menghindari sorotan berlebihan, mengingat nama Sambo masih menjadi bahan perbincangan hangat.
- Para ahli etika menekankan pentingnya memisahkan prestasi individu dengan sejarah keluarga, terutama dalam profesi medis yang menuntut kepercayaan publik.
Meski demikian, Trisha tampak tegar dan fokus pada tujuan kariernya. Ia menyampaikan kepada wartawan bahwa ia bertekad untuk memberikan layanan kesehatan terbaik, terutama bagi masyarakat kurang mampu, sebagai wujud rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan selama ini.
Upacara sumpah dokter Trisha Eungelica menandai akhir dari proses panjang studi kedokteran dan awal dari tanggung jawab profesionalnya. Sementara itu, keberadaan Ferdy Sambo di gereja menambah dimensi baru pada dinamika publik keluarga Sambo, yang kini berada di persimpangan antara penebusan pribadi dan harapan masa depan generasi berikutnya.