Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 06 Mei 2026 | Trisha Eungelica dokter resmi mengikat sumpah pada Sabtu sore di Rumah Sakit Universitas Indonesia, menandai puncak perjalanan akademik yang telah menempuh lebih lima tahun kuliah kedokteran. Upacara yang biasanya dihadiri banyak pejabat medis dan keluarga besar, kali ini berlangsung intim, hanya disaksikan oleh sang nenek dan adik perempuan yang masih duduk di bangku SMA.
Putri pertama mantan perwira tinggi Polri Ferdy Sambo, Trisha, dikenal sejak lama sebagai sosok yang tekun dan berdedikasi. Lulus dari Fakultas Kedokteran UI dengan predikat cum laude, ia sempat menjalani program residensi di Departemen Bedah Umum sebelum akhirnya memilih spesialisasi Kedokteran Anak. Selama masa studi, Trisha sering kali harus menyeimbangkan antara tuntutan akademik yang berat dengan sorotan publik yang mengaitkan namanya dengan kasus hukum ayahnya.
Upacara sumpah dokter berlangsung di aula utama rumah sakit, dengan tata panggung sederhana namun tetap khidmat. Saat nama Trisha dipanggil, ia melangkah maju mengenakan jubah putih bersih, menunduk sejenak, lalu mengucapkan janji setia kepada profesi medis. Di belakang podium, neneknya, Ibu Siti Hartati, menatap dengan mata berkaca-kaca, sementara adik bungsunya, Nanda, memegang erat selembar foto keluarga sebagai simbol dukungan.
“Saya berterima kasih kepada ibu dan Nanda yang selalu menjadi sandaran hati saya,” ujar Trisha dalam sambutan singkatnya setelah sumpah. “Saya berharap dapat mengabdikan diri kepada pasien dengan integritas dan empati, terlepas dari tantangan yang pernah saya lalui,” tambahnya. Kedua saksi tersebut menanggapi dengan senyum haru, menandakan betapa pentingnya momen ini bagi keluarga kecil mereka.
Reaksi publik di media sosial pun beragam. Banyak netizen memuji prestasi Trisha dan menyoroti keberanian ia melanjutkan karier meski berada di bawah bayang‑bayang kasus Ferdy Sambo. Sebagian lain menilai bahwa sorotan media terhadap Trisha seharusnya tidak melibatkan ayahnya yang saat ini masih menjadi subjek penyelidikan. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa nama Ferdy Sambo tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi publik.
Ferdy Sambo sendiri belum hadir dalam acara tersebut. Ia saat ini sedang menjalani proses hukum di Jakarta, dengan kasus yang masih berlangsung di pengadilan. Pihak keluarga menyatakan bahwa ia mendukung penuh keputusan Trisha, namun kondisi penahanan membuatnya tidak dapat menempuh perjalanan ke rumah sakit. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis oleh kuasa hukum, Ferdy menegaskan harapannya agar putrinya dapat melangkah bebas tanpa beban politik.
Keputusan Trisha untuk tetap menapaki karier medis dianggap sebagai simbol ketangguhan generasi muda yang tidak ingin terkungkung oleh sejarah kelam orang tua. Dengan gelar dokter, ia kini dapat berkontribusi pada layanan kesehatan, khususnya di bidang pediatrik, yang masih membutuhkan tenaga profesional berkualitas. Kedepannya, Trisha berencana membuka praktek di Yogyakarta, dekat dengan kampung halaman keluarganya, sambil tetap melanjutkan riset mengenai gizi anak.
Upacara sederhana ini menggarisbawahi bahwa keberhasilan individu tidak selalu ditentukan oleh latar belakang politik keluarga, melainkan oleh dedikasi pribadi. Trisha Eungelica dokter telah menorehkan babak baru dalam kehidupannya, sekaligus memberikan harapan bagi banyak pemuda Indonesia yang bermimpi menembus bidang kedokteran. Dengan dukungan nenek dan adik, ia melangkah mantap ke depan, meninggalkan jejak yang akan terus dikenang.