Program Cetak Sawah di Wanam Papua Selatan: Kunci Masa Depan Pangan RI

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 21 Mei 2026 | Program cetak sawah di Wanam, Papua Selatan, merupakan strategi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Direktur Eksekutif Center of Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai bahwa program ini perlu terus dilanjutkan untuk memperkuat kemandirian pangan Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Menurut Herry, kemandirian pangan menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Program penguatan sektor pangan dinilai memiliki nilai strategis bagi masa depan Indonesia. Dengan demikian, program cetak sawah seluas 1 juta hektare yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) harus terus dilanjutkan.

Baca juga:
Saham Sinar Mas Tertekan, Pasar Bursa Terus Merosot Pasca Rebalancing MSCI

Program cetak sawah di Wanam, Papua Selatan, dianggap krusial karena dapat meningkatkan produksi pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kedaulatan pangan nasional dan menghadapi tantangan global dengan lebih siap.

Langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui program cetak sawah di Wanam, Papua Selatan, dinilai sebagai strategi yang tepat. Program ini perlu terus dilanjutkan dan diperkuat untuk memastikan bahwa Indonesia dapat menghadapi tantangan global dengan lebih siap.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan dalam bidang pangan. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti ketidakpastian global dan perubahan iklim. Dengan demikian, program cetak sawah di Wanam, Papua Selatan, merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kemandirian pangan nasional.

Dalam menghadapi tantangan global, Indonesia perlu meningkatkan kemandirian pangan nasional. Program cetak sawah di Wanam, Papua Selatan, merupakan salah satu langkah yang tepat untuk mencapai tujuan ini. Dengan demikian, Indonesia dapat menghadapi tantangan global dengan lebih siap dan meningkatkan kedaulatan pangan nasional.

Tinggalkan komentar