Rizki Juniansyah Pecahkan Dua Rekor Guinness Usai Gemilang di SEA Games 2025: Dari Angkatan 205 Kg hingga Clean & Jerk 365 Kg!

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 18 April 2026 | Rizki Juniansyah, atlet angkat besi berusia 22 tahun, kembali menorehkan sejarah olahraga Indonesia dengan mencetak dua rekor dunia pada ajang SEA Games ke-33 yang diselenggarakan di Thailand pada tahun 2025. Keberhasilan ini tidak hanya menambah deretan medali emas bagi Tanah Air, tetapi juga mengukuhkan nama Indonesia di kancah internasional melalui pengakuan resmi Guinness World Records.

Prestasi Rekor Dunia di SEA Games 2025

Pada kompetisi kelas 79 kilogram putra, Rizki berhasil mengangkat total beban sebesar 205 kilogram, menjadikannya rekor total angkatan tertinggi dalam kategori tersebut. Tak berhenti sampai di situ, ia juga mencatatkan rekor clean & jerk tertinggi dengan beban 365 kilogram. Kedua prestasi ini tercatat pada hari penutupan kompetisi, mempertegas dominasinya di panggung regional.

Baca juga:
Drama Liga Arab: Al Hilal Meroket, Ronaldo Diserang Toney, dan Liga Arab Tekan AS Hentikan Serangan Israel
  • Total angkatan (snatch + clean & jerk): 205 kg
  • Clean & jerk tertinggi: 365 kg

Pengakuan Resmi Guinness World Records

Guinness World Records Indonesia mengumumkan pengakuan resmi atas dua rekor tersebut pada 5 Maret 2026 melalui unggahan resmi akun @gwr.indonesia. Peresmian fisik rekor dilaksanakan di Bulldog Gym, Serang, Banten, pada 27 Februari 2026, dihadiri oleh pejabat militer, perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta sejumlah tokoh olahraga nasional.

Pengumuman tersebut menegaskan dua kategori yang berhasil dipecahkan Rizki: “Heaviest weightlifting 79 kg total (male)” dan “Heaviest weightlifting 79 kg clean & jerk (male)”. Kedua entri kini tercatat dalam basis data Guinness World Records, menjadikan Rizki salah satu atlet angkat besi pertama dari Indonesia yang memegang dua rekor dunia secara bersamaan.

Kenaikan Pangkat Militer Sebagai Penghargaan Nasional

Prestasi luar biasa Rizki tidak hanya dirayakan oleh dunia olahraga, melainkan juga oleh institusi militer tempatnya bertugas. Sebelumnya berpangkat Letnan II di TNI Angkatan Laut, ia resmi dipromosikan menjadi Kapten Infanteri TNI Angkatan Darat melalui keputusan khusus Panglima TNI yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada acara penghargaan di Istana Negara, 8 Januari 2026. Kenaikan pangkat dua tingkat ini merupakan bentuk apresiasi negara atas kontribusi Rizki dalam meningkatkan citra Indonesia di arena internasional.

Baca juga:
Mengenal Halim Perdanakusuma: Pilot Tempur RI Veteran Perang Dunia II yang Dijuluki “Black Mascot”

Dampak bagi Angkat Besi Indonesia

Keberhasilan Rizki memberikan dorongan moral bagi generasi muda yang berminat menekuni angkat besi. Pengakuan Guinness World Records membuka peluang sponsor baru, peningkatan fasilitas latihan, serta perhatian media yang lebih luas terhadap cabang olahraga ini. Selain itu, keberhasilan tersebut memperkuat argumen bagi pemerintah untuk menambah anggaran pengembangan olahraga angkat besi, khususnya dalam program pembinaan atlet elite.

Para pelatih nasional menyatakan bahwa pencapaian Rizki mencerminkan efektivitas program pembinaan yang telah berjalan sejak 2018, termasuk kolaborasi dengan pusat-pusat kebugaran modern dan dukungan logistik dari TNI. Mereka berharap prestasi ini dapat menjadi tolok ukur bagi atlet lain dalam menargetkan rekor dunia pada kompetisi berikutnya.

Secara keseluruhan, dua rekor dunia yang dipegang Rizki Juniansyah menandai babak baru bagi olahraga angkat besi Indonesia. Dengan dukungan pemerintah, lembaga militer, dan masyarakat, harapan akan lebih banyak atlet yang mampu menorehkan prestasi serupa di panggung global semakin kuat.

Baca juga:
Timnas Vietnam Terpuruk: Kerugian Besar Pasca Pecahnya Hubungan dengan Pelatih Korea Selatan

Ke depan, Rizki menargetkan partisipasi di Olimpiade Paris 2024 (penyesuaian tahun) dan menyiapkan diri untuk menantang rekor-rekor lain dalam kategori berat badan yang lebih tinggi. Kesuksesannya menjadi inspirasi nyata bahwa kombinasi bakat, disiplin militer, dan dukungan institusional dapat menghasilkan pencapaian yang mengubah peta olahraga dunia.

Tinggalkan komentar