Banjir Membludak di Tol Jagorawi Km 12, Lalin Diatur Ketat dan Rest Area Ditutup!

Banjir Membludak di Tol Jagorawi Km 12, Lalin Diatur Ketat dan Rest Area Ditutup!

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 22 Maret 2026 | Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada sore hari Sabtu, 21 Maret 2026, menimbulkan genangan air di beberapa titik Tol Jagorawi, khususnya pada kilometer 12+800 hingga 12+600 arah Jakarta. Genangan setinggi sekitar 30 sentimeter ini membuat sebagian lajur jalan tol tidak dapat dilalui kendaraan, memaksa pihak pengelola melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) dan menutup sementara rest area di sekitar lokasi.

Latar Belakang Banjir di Km 12

Menurut pernyataan Senior Manager Representative Office 1 Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun, genangan air mulai terpantau sejak pukul 16.45 WIB. Petugas lapangan menemukan bahwa sistem drainase pada ruas tersebut tidak mampu menampung debit air yang masuk secara bersamaan dari jalan tol maupun dari lingkungan sekitar. Akibatnya, volume air melebihi kapasitas saluran, mengakibatkan meluapnya air ke permukaan jalan.

Langkah Penanganan dan Rekayasa Lalu Lintas

Pihak Jasa Marga segera mengerahkan tim untuk membersihkan sampah di saluran drainase dan mempercepat proses penyurutan air. Karena pompa air bersih mengalami kerusakan, penggunaan pompa darurat menjadi terbatas. Dengan diskresi kepolisian, pada pukul 19.30 WIB TIP (Tempat Istirahat dan Pelayanan) KM 10 arah Bogor ditutup total hingga semua peralatan kembali beroperasi normal.

Selama proses penanganan, pengaturan lalu lintas dilakukan secara ketat. Berikut ini rangkaian penyesuaian yang diterapkan:

  • Bahu luar, lajur 1, dan lajur 2 tidak dapat dilalui kendaraan.
  • Lajur 3 dan lajur 4 tetap terbuka untuk arus kendaraan, namun dengan kecepatan yang dibatasi.
  • Petugas kepolisian dan petugas jalan raya menempatkan rambu peringatan serta memandu kendaraan yang melintas.
  • CCTV Travoy pada pukul 20.15 WIB mencatat bahwa arus lalu lintas di antara KM 12+150 hingga KM 13+150 masih ramai merayap, menunjukkan adanya kebutuhan mendesak bagi pengendara untuk mencari alternatif rute.

Dampak terhadap Pengguna Jalan

Genangan air yang terjadi tidak hanya menghambat lajur utama, tetapi juga mempengaruhi fasilitas pendukung. Rest area KM 10 yang biasanya menjadi tempat istirahat bagi pengendara harus ditutup, menyebabkan pengguna harus mencari tempat lain untuk beristirahat atau mengisi bahan bakar. Selain itu, kerusakan pompa air bersih menambah risiko terjadinya genangan berulang hingga perbaikan selesai.

Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pihak pengelola menegaskan bahwa penanganan akan terus dipantau secara real time dan akan dilakukan perbaikan pada sistem drainase agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

Proyeksi Ke Depan

Para ahli infrastruktur menyarankan peningkatan kapasitas drainase serta pemasangan sensor pemantau debit air secara kontinu. Hal ini diharapkan dapat memberi peringatan dini sebelum volume air melampaui batas aman. Selain itu, penguatan koordinasi antara Jasa Marga, kepolisian, dan dinas terkait menjadi kunci dalam penanganan darurat yang lebih cepat.

Dengan cuaca yang masih diprediksi akan terus hujan lebat dalam beberapa hari ke depan, pihak Jasa Marga berkomitmen untuk terus memonitor kondisi jalan tol dan menyesuaikan kebijakan lalin secara fleksibel demi keselamatan pengguna.

Pengendara disarankan untuk memeriksa kondisi lalu lintas secara berkala melalui aplikasi resmi Jasa Marga atau kanal informasi resmi lainnya sebelum melakukan perjalanan, serta mematuhi rambu-rambu dan petunjuk petugas di lapangan.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan