Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 23 Mei 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis daftar wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang pada 23-24 Mei 2026. Kondisi cuaca di Indonesia saat ini masih dipengaruhi dinamika atmosfer khas masa peralihan musim, sehingga tutupan awan cenderung berkurang pada pagi hingga siang hari di sejumlah wilayah.
BMKG menjelaskan bahwa suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius masih teramati di beberapa wilayah, seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Suhu terik pada pagi hingga siang hari dapat memicu pembentukan awan hujan, terutama pada sore hingga malam hari.
Beberapa daerah yang tercatat mengalami suhu panas lebih dari 35 derajat Celsius antara lain Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. BMKG juga mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih terjadi di sejumlah daerah dalam periode yang sama.
Curah hujan harian tertinggi tercatat di Jawa Barat mencapai 133,1 mm per hari, disusul Sulawesi Selatan 112,8 mm per hari, Jawa Timur 105,2 mm per hari, dan Sumatera Utara 105,0 mm per hari. Selain itu, hujan lebat juga tercatat di DKI Jakarta sebesar 68,6 mm per hari, Papua Tengah 63,6 mm per hari, Kalimantan Barat 62,1 mm per hari, serta Jambi 54,6 mm per hari.
BMKG memperkirakan bahwa meningkatnya potensi hujan dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer yang sedang aktif, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 4 atau Maritime Continent, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, hingga Mixed Rossby-Gravity (MRG).
BMKG juga mengungkap potensi ancaman gelombang tinggi di perairan selatan dan utara Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Potensi banjir air laut pasang (rob) masih mengintai di sejumlah daerah Pantura.
Di samping itu, BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan aktif mulai Juni 2026. Langkah ini dilakukan guna menjaga ketersediaan air hingga mencegah risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG memperkirakan El Nino mulai aktif pada Juni 2026 dengan intensitas moderate hingga kuat. Kondisi itu dikhawatirkan membuat musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan lebih kering dibanding rata-rata 30 tahun terakhir, terutama saat puncak kemarau pada Agustus hingga September.
BMKG kini memfokuskan pengawasan di enam provinsi rawan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Ia menegaskan OMC hanya dapat dilakukan apabila terdapat awan yang bisa disemai.
Prakiraan cuaca di Bangka Belitung juga menunjukkan bahwa wilayah tersebut berpotensi hujan ringan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Adapun wilayah yang berpotensi hujan ringan adalah Bangka, Belitung, Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Bangka Barat.
Suhu udara di wilayah Bangka Belitung berkisar antara 24°C hingga 32°C, dengan tingkat kelembapan cukup tinggi yaitu 70% hingga 99%. Kondisi ini membuat udara terasa lembap dan berpotensi memicu hujan ringan.
Dalam beberapa hari terakhir, BMKG telah merilis beberapa peringatan dini tentang potensi hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari BMKG.















