Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 24 Maret 2026 | Persebaya Surabaya tampak berencana mengulang keajaiban yang terjadi empat tahun lalu ketika klub ini menaklukkan PSM Makassar dalam rangkaian pertandingan yang memukau. Di balik ambisi tersebut, pelatih baru Bernardo Tavares menyatakan keinginannya untuk menghidupkan kembali ‘magis’ yang membuat para suporter terpesona pada musim 2020.
Jejak Magis 2020: Dari Gerakan Taktik Hingga Semangat Juara
Pada musim 2020, Persebaya menampilkan permainan menyerang yang dinamis, mengandalkan kombinasi cepat antara lini tengah kreatif dan penyerang yang tajam. Pertandingan melawan PSM Makassar menjadi sorotan utama, karena Persebaya berhasil menorehkan kemenangan penting yang mengangkat moral tim dan menambah poin krusial dalam perebutan posisi klasemen.
Keberhasilan itu tidak lepas dari strategi pelatih saat itu, yang menekankan pressing tinggi, pergerakan tanpa bola, serta pemanfaatan kecepatan sayap. Pemain-pemain kunci seperti Paulo Victor, Ruy, dan Ilham Udin Armaiyn menjadi motor utama dalam menciptakan peluang gol.
Bernardo Tavares: Visi Baru dan Tantangan Musim Depan
Setelah resmi bergabung dengan Persebaya pada akhir musim lalu, pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, mengungkapkan rencananya untuk mengembalikan formula kemenangan yang pernah dirasakan klub empat tahun lalu. Dalam konferensi pers yang diadakan di Stadion Gelora Bung Tomo, Tavares menekankan pentingnya konsistensi dalam latihan, penguatan mental pemain, serta penyesuaian taktik agar dapat bersaing di level tertinggi Liga 1.
“Saya melihat potensi besar di skuad ini. Jika kita bisa meniru pola permainan yang sukses pada 2020, terutama dalam hal transisi cepat dan pertahanan yang solid, kami yakin dapat bersaing untuk gelar,” ujar Tavares.
Potensi Kedatangan Gerbong PSM Makassar
Spekulasi mengenai kemungkinan kedatangan pemain-pemain berkaliber dari PSM Makassar ke Persebaya semakin menguat. Dua nama yang paling sering disebutkan adalah penyerang muda terobosan, Rizky Dwi Pangestu, serta gelandang berpengalaman, Makan Konate. Kedua pemain tersebut dikabarkan menjadi target utama dalam jendela transfer musim depan, mengingat kebutuhan Persebaya untuk menambah kedalaman skuad di posisi serang dan tengah.
- Rizky Dwi Pangestu: Pemain berusia 21 tahun ini mencatatkan 12 gol dalam satu musim bersama PSM, menunjukkan insting gol yang tajam serta kemampuan dribbling yang mengancam.
- Makan Konate: Gelandang tengah asal Mali ini memiliki pengalaman bermain di beberapa liga Eropa dan Afrika, serta dikenal memiliki visi permainan yang luas dan kemampuan mengatur tempo pertandingan.
Jika kedua pemain tersebut bergabung, Persebaya diprediksi akan memperkuat lini serang serta menambah opsi kreatif di tengah, sejalan dengan harapan Tavares untuk mengimplementasikan gaya permainan menyerang yang fleksibel.
Strategi Transfer dan Kebijakan Klub
Manajemen Persebaya menegaskan komitmen mereka untuk melakukan investasi yang terukur. Direktur Olahraga, Yusuf Arifin, menuturkan bahwa klub akan mengutamakan kualitas daripada kuantitas dalam proses perekrutan. “Kami tidak ingin sekadar menambah nama besar, melainkan pemain yang cocok dengan filosofi Tavares dan mampu menyesuaikan diri dengan kultur klub,” jelasnya.
Selain dua nama potensial tersebut, klub juga meninjau beberapa pemain lokal yang sedang menonjol di kompetisi Liga 2, sebagai upaya memperkuat kedalaman skuad tanpa mengorbankan keuangan.
Harapan Suporter dan Dampak Ekonomi Lokal
Suporter Persebaya, atau yang dikenal dengan sebutan Bonek, menyambut baik rencana ambisius ini. Di media sosial, banyak yang mengekspresikan harapan agar tim dapat kembali menorehkan hasil positif seperti pada 2020, khususnya dalam pertandingan melawan PSM Makassar yang selalu menjadi laga klasik.
Selain aspek kompetitif, keberhasilan tim di lapangan diproyeksikan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi kota Surabaya. Peningkatan penjualan tiket, merchandise, serta kunjungan wisatawan pada hari pertandingan diperkirakan akan meningkat signifikan jika Persebaya mampu bersaing di puncak klasemen.
Secara keseluruhan, kombinasi strategi taktis Bernardo Tavares, potensi kedatangan dua pemain kunci, serta dukungan penuh dari manajemen dan suporter menjadi fondasi utama bagi Persebaya untuk mengulang magis 2020. Musim depan menjanjikan pertarungan sengit, namun jika semua elemen berjalan selaras, Persebaya dapat kembali menjadi kekuatan utama yang menantang dominasi klub-klub besar lainnya di Liga 1 Indonesia.