Ribuan Pemudik Membanjiri Pelabuhan Gilimanuk Usai Nyepi, Armada ASDP Siap Tangani Lonjakan

Ribuan Pemudik Membanjiri Pelabuhan Gilimanuk Usai Nyepi, Armada ASDP Siap Tangani Lonjakan

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 21 Maret 2026 | Setelah penutupan sementara demi menghormati Hari Raya Nyepi, layanan penyeberangan antar pulau di lintasan Ketapang‑Gilimanuk kembali dibuka pada Jumat, 20 Maret 2026. Ribuan pemudik yang menyiapkan diri untuk mudik Lebaran langsung mengalir ke Pelabuhan Gilimanuk, menandai lonjakan arus kendaraan yang belum pernah terjadi pada periode pasca‑Nyepi sebelumnya.

Strategi Operasional PT ASDP Indonesia Ferry

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan armada lengkap untuk mengantisipasi permintaan tinggi. Sebanyak 33 kapal dioperasikan pada hari pembukaan, terdiri atas 30 kapal reguler dan tiga Landing Craft Machine (LCM) yang difokuskan pada kendaraan roda dua. Menurut Corporate Secretary PT ASDP, Windy Andale, prioritas layanan diarahkan pada sepeda motor, mobil pribadi, dan bus agar proses penyeberangan dapat berlangsung lebih cepat.

Regulator BPTD tetap memegang kendali atas penjadwalan kapal, sementara ASDP berperan memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan, mengatur arus kendaraan, dan menjaga kelancaran layanan secara real‑time. Koordinasi intensif dengan BPTD serta seluruh stakeholder memungkinkan penyesuaian operasional yang cepat, termasuk pengaturan zona penampungan kendaraan untuk menghindari kemacetan.

Percepatan Proses Bongkar Muat

General Manager Cabang Ketapang, Arief Eko, mengungkapkan bahwa waktu bongkar muat kapal berhasil dipersingkat dari rata‑rata 35 menit menjadi sekitar 20 menit. Percepatan ini meningkatkan perputaran kapal dan menambah kapasitas layanan pada saat puncak mobilitas Lebaran. Kendaraan diarahkan ke area parkir dan zona manuver di depan pelabuhan, kemudian diberangkatkan secara bertahap ke dermaga, sehingga antrean panjang dapat dihindari.

Data Penumpang dan Kendaraan

Pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 16.00 WITA, arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk tercatat ramai namun tetap lancar. Statistik resmi Posko Gilimanuk mencatat peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu:

  • Jumlah kapal yang beroperasi pada H‑2 (19 Maret 2026) mencapai 22 trip.
  • Penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa tercatat 2.029 orang, naik 142,4%.
  • Sepeda motor: 278 unit (peningkatan signifikan).
  • Kendaraan ringan: 194 unit.
  • Truk: 18 unit.
  • Bus: 26 unit.
  • Total kendaraan yang diseberangkan pada hari itu mencapai 516 unit, meningkat 85,6%.
  • Kumulatif sejak H‑10 hingga H‑2, total penumpang mencapai 459.640 orang (naik 7,4%) dan total kendaraan 146.963 unit (naik 8,9%).

Optimalisasi zona penampungan (buffer zone) di Terminal Kargo Gilimanuk terus dilakukan untuk menjaga kepadatan tetap terkendali. Pengaturan jalur khusus untuk mobil serta kendaraan besar seperti bus dan truk logistik berhasil menghilangkan antrean di jalur utama menuju pelabuhan.

Reaksi Pemudik dan Harapan Kedepan

Para pemudik yang menyeberang melaporkan pengalaman yang relatif nyaman meskipun volume kendaraan tinggi. Sistem antrian yang terpisah dan percepatan proses bongkar muat memberikan kesan layanan yang responsif. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam mengikuti petunjuk petugas agar arus tetap lancar.

Dengan strategi operasional yang fleksibel dan peningkatan armada, PT ASDP berharap dapat mempertahankan layanan yang stabil hingga puncak Angkutan Lebaran. Pengawasan terus‑menerus dan koordinasi lintas‑instansi diprediksi akan menjadi kunci utama dalam mengelola arus pemudik yang diproyeksikan terus meningkat menjelang hari raya.

Secara keseluruhan, pembukaan kembali layanan penyeberangan pasca Nyepi berhasil mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara regulator, operator kapal, dan pihak pelabuhan dalam mengoptimalkan proses operasional serta memastikan keselamatan dan kenyamanan pemudik.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan