Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 19 Maret 2026 | Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya berhasil mengubah limbah kulit kakao menjadi produk briket ramah lingkungan yang tidak hanya memenangi kompetisi Carbon Youth Challenge (CYC) 2025, tetapi juga menargetkan ekspor ke lebih dari lima puluh negara. Keberhasilan ini menegaskan peran inovasi hijau dalam menjawab tantangan energi berkelanjutan dan membuka peluang pasar karbon global.
Inovasi yang Mengubah Limbah Menjadi Energi
Tim yang terdiri atas Ni Luh Ade Sinta Dewi, Mey Lani Faransiska Situmorang, dan Luh Putu Mery Trisnayani mengembangkan produk berjudul “Sumbu Kakao: Environmentally Friendly Briquette Innovation from Cocoa Husk Waste”. Briket ini diproduksi dengan mengolah kulit kakao—limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan—menjadi bahan bakar padat yang memiliki nilai kalor tinggi, rendah emisi, dan mudah diproduksi secara lokal.
Model bisnis yang dipilih adalah Business‑to‑Consumer (B2C). Produk dipasarkan langsung kepada pelaku UMKM kuliner, rumah tangga, dan institusi pendidikan yang membutuhkan alternatif bahan bakar bersih. Dengan harga kompetitif, briket kakao menawarkan solusi praktis bagi konsumen yang ingin mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Pengakuan Internasional dan Dampak Pasar Karbon
Carbon Youth Challenge 2025, diselenggarakan oleh Indonesia Carbon Trade Association, menilai inovasi tim Prasetiya Mulya sebagai solusi paling potensial untuk memperluas pasar karbon Indonesia. Kompetisi ini mengumpulkan peserta dari lebih 30 universitas di dalam dan luar negeri, menekankan pentingnya teknologi iklim yang dapat di‑scale up.
Keberhasilan ini selaras dengan langkah pemerintah yang memperkuat pasar karbon domestik, termasuk peluncuran IDXCarbon oleh Bursa Efek Indonesia pada 2023. Produk briket kakao diharapkan dapat menghasilkan kredit karbon yang dapat diperdagangkan, memberikan insentif ekonomi tambahan bagi petani kakao sebagai pemasok bahan baku.
Rencana Ekspor ke 50 Negara
Setelah meraih juara, tim berencana memperluas jangkauan pasar ke lebih dari lima puluh negara, mulai dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Eropa Barat. Strategi ekspor mencakup kerja sama dengan agen logistik internasional dan penyedia sertifikasi lingkungan untuk memastikan produk memenuhi standar kualitas global.
- Target Pasar Utama: Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Jerman, Belanda, Inggris.
- Strategi Distribusi: Penjualan melalui platform e‑commerce B2C, distributor energi bersih, dan jaringan toko peralatan rumah tangga.
- Keunggulan Kompetitif: Bahan baku lokal, proses produksi rendah energi, emisi CO₂ yang jauh lebih rendah dibandingkan batu bara atau kayu bakar.
Dampak Sosial‑Ekonomi bagi Petani Kakao
Inovasi briket kakao membuka peluang baru bagi petani kakao di Indonesia. Sebagai pemasok kulit kakao, mereka kini dapat menjual limbah pertanian dengan harga yang lebih menguntungkan, meningkatkan pendapatan dan mengurangi limbah yang biasanya dibakar atau dibuang. Selain itu, proses produksi briket dapat dikelola secara komunitas, menciptakan lapangan kerja tambahan di daerah pedesaan.
Implikasi bagi Kebijakan Energi Nasional
Produk ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk mencapai net‑zero emission pada 2060. Penggunaan briket kakao sebagai bahan bakar alternatif dapat mengurangi konsumsi bahan bakar fosil di sektor rumah tangga dan kuliner, sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca. Pemerintah berpotensi memberikan insentif fiskal atau subsidi produksi untuk mempercepat adopsi teknologi serupa.
Dengan keberhasilan di kompetisi internasional dan rencana ekspor yang ambisius, inovasi briket limbah kakao ini tidak hanya menjadi contoh konkret bagaimana ilmu pengetahuan dan kewirausahaan dapat menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi hijau bagi Indonesia.
Ke depan, tim berkomitmen memperkuat jaringan distribusi, meningkatkan efisiensi produksi, dan melanjutkan penelitian untuk mengoptimalkan kualitas briket. Jika berhasil, Indonesia dapat menjadi salah satu eksportir utama briket limbah pertanian, memperluas pengaruhnya di pasar energi bersih global.