Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 20 April 2026 | Pasar buah tropis di Asia Timur, khususnya China, semakin mengidamkan durian Indonesia. Pada 19 April 2026, Kementerian Transmigrasi resmi menandai penjualan 459 ton durian dari Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, senilai Rp42,5 miliar ke Tiongkok. Angka ini menandai lonjakan signifikan dalam upaya pemerintah mengubah komoditas hortikultura menjadi penggerak utama devisa.
Latar Belakang Ekspor Durian
Selama dekade terakhir, ekspor Indonesia masih didominasi oleh sektor energi dan tambang. Kebijakan diversifikasi kini menyoroti produk agrikultur dengan nilai tambah tinggi, termasuk durian. Konsumsi durian di China terus naik, didorong oleh pertumbuhan kelas menengah dan selera terhadap produk premium. Hal ini membuka celah bagi Indonesia untuk mengalihkan pangsa pasar yang sebelumnya didominasi negara lain seperti Thailand dan Malaysia.
Strategi Pemerintah dan Peran Transmigrasi
Pemerintah menempatkan durian sebagai komoditas unggulan dalam program transmigrasi. Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa transmigrasi kini bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan penciptaan ekosistem ekonomi berbasis kawasan. Dukungan meliputi penyediaan lahan, pelatihan teknis, serta fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) untuk menjaga kesegaran buah selama transportasi.
Berbagai lembaga, mulai dari Badan Pusat Statistik hingga Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), berkolaborasi memperkenalkan standar internasional pada proses budidaya, pemanenan, hingga pengemasan. Petani lokal di Parigi Moutong diminta menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, penggunaan pupuk organik, dan teknik pemangkasan yang meningkatkan ukuran buah serta kandungan gula.
Tantangan Logistik dan Standar Kualitas
Durian segar memiliki masa simpan yang singkat dan rentan rusak. Untuk menjamin kualitas hingga tiba di pasar China, pemerintah menginvestasikan jaringan logistik berpendingin, termasuk pelabuhan berteknologi tinggi di Palu dan Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufrie. Selain itu, prosedur karantina ketat dan sertifikasi sanitasi menjadi prasyarat utama agar produk lolos inspeksi di pelabuhan tujuan.
- Cold storage: Fasilitas berkapasitas 1.200 meter kubik dibangun di tiga titik strategis Sulawesi Tengah.
- Transportasi udara: Penerbangan langsung ke Shanghai dan Guangzhou mengurangi waktu tempuh menjadi kurang dari 48 jam.
- Standar kualitas: Pengujian kadar gula, tingkat kebersihan, dan ukuran buah sesuai standar China (Class A).
Prospek dan Dampak Ekonomi
Jika tren ini berlanjut, durian dapat menjadi salah satu sumber devisa utama. Analisis awal menunjukkan bahwa setiap ton durian menghasilkan rata-rata Rp92,5 juta pendapatan bersih bagi petani dan pedagang perantara. Dengan volume 459 ton, total kontribusi terhadap neraca perdagangan diperkirakan mencapai 3 % dari total ekspor hortikultura Indonesia pada tahun 2026.
Pengembangan kawasan transmigrasi berbasis durian juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pendapatan tambahan memungkinkan investasi pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa. Lebih jauh, peningkatan kualitas produk membuka peluang diversifikasi ke produk olahan, seperti selai durian, jus, dan camilan beku, yang dapat menambah nilai ekspor.
Namun, keberlanjutan ekspor tidak terlepas dari tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga pasar global, dan persaingan ketat dengan produsen lain. Pemerintah diharapkan terus memperkuat kebijakan subsidi pupuk, asuransi tanaman, serta riset varietas unggul yang tahan penyakit.
Secara keseluruhan, pencapaian 459 ton durian ekspor China menandai babak baru dalam strategi diversifikasi ekonomi Indonesia. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan devisa, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai produsen durian berkualitas tinggi di panggung global.