Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 03 Juni 2026 | Pasar saham Indonesia mengalami penurunan yang signifikan pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 4,93% ke level 5.889,48, yang merupakan penurunan terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Penurunan IHSG ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Rupiah melemah 88,5 poin atau 0,50% ke Rp 17.927,5 per dolar AS.
Beberapa saham besar seperti BBCA, BREN, dan BMRI juga mengalami penurunan. Saham BBCA turun 0,43% ke Rp 5.800, sedangkan saham BREN turun 1,49% ke Rp 4.040. Saham BMRI juga turun 0,72% ke Rp 4.200.
Namun, tidak semua saham mengalami penurunan. Saham BBRI naik 0,66% ke Rp 3.060, sedangkan saham SRAJ melambung 10,69% ke Rp 14.425. Saham DSSA juga menguat 17,89% ke Rp 725.
Investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp 525,37 miliar pada perdagangan sesi pertama. Saham BUMI menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing dengan volume 1,09 miliar lembar saham.
Penurunan IHSG ini juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global. Inflasi di Indonesia tercatat sebesar 3,08% pada bulan Mei, yang masih dalam kisaran target Bank Indonesia. Namun, analis memperkirakan bahwa inflasi bisa meningkat di masa depan.
Indeks PMI manufaktur juga naik ke level 50 pada Mei, yang mengindikasikan kondisi pabrik yang relatif stabil. Namun, surplus neraca perdagangan Indonesia berkurang menjadi US$0,09 miliar pada April, yang merupakan surplus terkecil sejak April 2020.
Dalam beberapa hari terakhir, beberapa perusahaan juga mengumumkan hasil operasional mereka. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjual 100% saham anak usaha PT Administrasi Medika (Admedika) ke perusahaan kesehatan Singapura, Global Assistance & Healthcare Singapore Pte, Ltd. (Fullerton).
Kondisi Pasar Saham
Pasar saam Indonesia saat ini sangat tidak stabil. Penurunan IHSG dan melemahnya rupiah terhadap dolar AS membuat investor khawatir. Namun, beberapa saham masih menunjukkan performa yang baik.
Investor asing juga masih memperhatikan pasar saham Indonesia. Mereka mencatatkan aksi jual bersih, namun beberapa saham masih menjadi incaran mereka.
Kondisi ekonomi global juga mempengaruhi pasar saham Indonesia. Inflasi dan surplus neraca perdagangan yang menurun membuat analis memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia bisa mengalami penurunan.
Kesimpulan
Pasar saham Indonesia saat ini sangat tidak stabil. Penurunan IHSG dan melemahnya rupiah terhadap dolar AS membuat investor khawatir. Namun, beberapa saham masih menunjukkan performa yang baik. Investor asing juga masih memperhatikan pasar saham Indonesia, namun mereka mencatatkan aksi jual bersih. Kondisi ekonomi global juga mempengaruhi pasar saham Indonesia, membuat analis memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia bisa mengalami penurunan.













