Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 03 Juni 2026 | IHSG hari ini, Rabu (3/6/2026), mengalami penurunan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 4,34% ke level 5.924. Ini merupakan penurunan yang cukup dalam dan patut menjadi perhatian bagi para investor. Penurunan ini juga diikuti oleh indeks saham LQ45 yang melemah 4,13% menjadi 593.
Menurut analis, penurunan IHSG ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan juga menjadi salah satu penyebab penurunan IHSG.
Rekomendasi Saham
Meskipun IHSG mengalami penurunan, namun ada beberapa saham yang masih memiliki potensi untuk menguat. Saham-saham di sektor perbankan berkapitalisasi besar (big banks) serta emiten-emiten yang berada di bawah naungan grup konglomerasi raksasa masih menjadi pilihan yang menarik.
Reza Diofanda, analis BRI Danareksa Sekuritas, memproyeksikan IHSG berpotensi mencapai level 7.100 pada akhir 2026 dengan dukungan stabilitas ekonomi dan sektor perbankan besar. Ia juga menyarankan untuk fokus pada saham-saham di sektor perbankan berkapitalisasi besar dan emiten-emiten konglomerasi.
Prospek IHSG
IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat secara terbatas. Pelaku pasar saham domestik saat ini terpantau bersikap selektif sembari mencermati perpaduan sentimen dari dalam negeri maupun global.
Tim riset MNC Sekuritas mengatakan penguatan IHSG pada Selasa disertai dengan munculnya volume tekanan jual meskipun tidak begitu besar. Pergerakan IHSG pun cenderung sideways.
IHSG hari ini akan menguji 6.362-6.484, dengan area koreksi terdekat berada di 5.889-6.080. Level support IHSG saat ini berada di 5.996 dan 5.899, sedangkan level resisten di posisi 6.318 dan 6.459.
Dengan demikian, para investor perlu waspada dan selektif dalam memilih saham yang akan dibeli. Mereka juga perlu memantau pergerakan IHSG dan sentimen pasar dengan lebih teliti.













