Proyeksi Rupiah Melemah ke Rp17.300, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga 4,75% pada RDG 21/4

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 21 April 2026 | Menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 21 April 2024, pasar valuta asing tengah memantau pergerakan nilai tukar rupiah dengan intensitas tinggi. Analisis para ekonom mengindikasikan dua skenario utama: potensi pelemahan lebih lanjut hingga mencapai level Rp17.300 per dolar AS, serta kemungkinan rebound singkat ke kisaran Rp17.168 berkat intervensi likuiditas bank sentral.

Prediksi Nilai Tukar Rupiah

Sebagian besar perkiraan mengacu pada data pasar spot dan forward, yang menunjukkan tekanan jual pada mata uang lokal. Faktor eksternal seperti kebijakan moneter Federal Reserve, harga komoditas, serta sentimen risiko global menjadi pendorong utama. Di sisi domestik, ekspektasi inflasi yang masih berada di atas target jangka menengah menambah beban pada rupiah.

Baca juga:
CEO Bergulat: Dari Serangan Molotov hingga Kontroversi Rekrutmen, Menguak Dinamika Pimpinan Global

BI Diperkirakan Tetap Pertahankan Suku Bunga 4,75%

Sejumlah ekonom menilai Bank Indonesia kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75% dalam RDG kali ini. Keputusan ini didasari pertimbangan bahwa tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda, sementara kebijakan moneter global masih cenderung ketat. Dengan tingkat suku bunga yang stabil, BI berharap dapat menahan arus keluar modal dan memberikan ruang bagi kebijakan likuiditas yang lebih fleksibel.

Faktor-Faktor Penentu Pergerakan Rupiah

  • Harga Minyak Dunia: Indonesia sebagai importir minyak, kenaikan harga energi dapat menurunkan cadangan devisa dan melemahkan rupiah.
  • Kebijakan Federal Reserve: Kenaikan suku bunga AS meningkatkan daya tarik dolar, memicu outflow dana dari pasar emerging.
  • Data Inflasi Domestik: Angka inflasi yang tetap di atas target memperkuat argumen bagi BI untuk tidak menurunkan suku bunga.
  • Intervensi Pasar: Bank Indonesia telah menunjukkan kesiapan untuk melakukan penjualan dolar guna menstabilkan nilai tukar, terbukti dari rebound ke Rp17.168.

Rebound ke level Rp17.168 tercatat pada sesi perdagangan sebelumnya, menandakan bahwa intervensi BI dapat berfungsi sebagai penyangga jangka pendek. Namun, analis memperingatkan bahwa dukungan tersebut bersifat sementara bila tekanan fundamental tidak berubah.

Baca juga:
Iran Guncang Sistem Petrodolar: Rencana Bayar Tarif Selat Hormuz Pakai Rial

Jika rupiah melanjutkan pelemahan, level psikologis Rp17.300 dapat menjadi zona kritis, dimana pasar dapat memicu order stop‑loss massal dan memperparah volatilitas. Sebaliknya, jika BI berhasil menahan arus keluar modal dan inflasi berangsur turun, rupiah berpotensi kembali menguat di atas Rp17.100 dalam beberapa minggu ke depan.

Secara keseluruhan, proyeksi rupiah menjelang RDG BI tetap dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal yang kuat dan kebijakan domestik yang berhati‑hati. Keputusan suku bunga yang diperkirakan konstan pada 4,75% memberikan sinyal stabilitas moneter, namun tidak menutup kemungkinan intervensi pasar tambahan bila nilai tukar menembus ambang batas yang mengancam kestabilan ekonomi.

Baca juga:
Pengadaan BGN: Motor, EO, dan Lainnya Menggebrak 2024

Tinggalkan komentar