Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 30 July 2026 | Ian Diaz, mantan ajudan keamanan Amerika Serikat, telah dijatuhi hukuman 10 tahun dan satu bulan setelah dijebak karena menggalang kampanye teror terhadap mantan pacarnya, Michelle Hadley. Namun, apa yang memicu Diaz untuk mengambil tindakan sebegitu ekstrem? Menurut psikolog Dannielle Haig, Diaz memiliki motif untuk balas dendam terhadap Michelle, yang dipicu oleh hubungan mereka yang berakhir dengan patah hati. Dalam wawancara dengan LADbible, Haig mengungkapkan bahwa Diaz memiliki sifat manipulatif yang membuatnya sulit untuk dipercaya. ‘Hubungan mereka tampaknya mulus, tetapi di balik kehidupan yang tampak, ada rahasia yang lebih dalam,’ kata Haig. ‘Diaz memiliki kecenderungan untuk mengendalikan dan menguasai orang lain, dan Michelle tampaknya menjadi korban dari tindakannya itu.’
Apa yang membuat hubungan mereka menjadi sangat kompleks? Menurut Haig, Diaz memiliki sifat yang sangat manipulatif dan memiliki kecenderungan untuk mengendalikan orang lain. ‘Diaz memiliki sifat yang sangat ekstrem dan tidak stabil,’ kata Haig. ‘Ia memiliki kecenderungan untuk membuat orang lain merasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri.’
Pernikahan mereka, yang terjadi pada tahun 2014, tampaknya menjadi awal dari konflik yang lebih dalam. ‘Pada awalnya, pernikahan mereka tampaknya menjadi awal dari kebahagiaan,’ kata Haig. ‘Tetapi seiring waktu, Diaz mulai menunjukkan sifatnya yang lebih ekstrem dan tidak stabil.’
Dalam beberapa bulan terakhir, Diaz mulai menggalang kampanye teror terhadap Michelle, yang terdiri dari mengirimkan pesan-pesan ancaman dan mencoba untuk menghancurkan reputasinya. ‘Diaz memiliki kecenderungan untuk mengendalikan dan menguasai orang lain, dan Michelle tampaknya menjadi korban dari tindakannya itu,’ kata Haig.
Tindakan Diaz akhirnya terungkap pada tahun 2023, ketika ia dijebak dan dijatuhi hukuman 10 tahun dan satu bulan. ‘Apa yang memicu Diaz untuk mengambil tindakan sebegitu ekstrem? Menurut Haig, Diaz memiliki motif untuk balas dendam terhadap Michelle, yang dipicu oleh hubungan mereka yang berakhir dengan patah hati.
Bisakah kita belajar dari kejadian ini? Menurut Haig, kita dapat belajar bahwa hubungan yang kompleks dapat berakhir dengan konsekuensi yang lebih dalam. ‘Kita harus waspada terhadap sifat-sifat manipulatif dan ekstrem yang dapat berakar di dalam hubungan kita,’ kata Haig.
Dengan demikian, kita dapat belajar dari kejadian ini dan menghindari kejadian yang sama terjadi di masa depan. ‘Kita harus waspada terhadap sifat-sifat manipulatif dan ekstrem yang dapat berakar di dalam hubungan kita dan mengambil tindakan sebelum kejadian yang sama terjadi lagi,’ kata Haig.













