Alex Saab, ‘Tangan Kanan’ Maduro, Ditangkap Lagi Kurang dari 3 Tahun Setelah Pembebasan Biden

banner 468x60

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 17 Mei 2026 | Baru-baru ini, Alex Saab, seorang pengusaha Kolombia yang dituduh sebagai ‘tangan kanan’ Presiden Venezuela Nicolas Maduro, ditangkap kembali kurang dari tiga tahun setelah pembebasan oleh mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Saab sebelumnya telah dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan antara Amerika Serikat dan Venezuela pada tahun 2021. Ia ditangkap di Cape Verde atas tuduhan pencucian uang yang terkait dengan korupsi dalam program pangan pemerintah Venezuela.

banner 336x280

Kini, setelah runtuhnya pemerintahan Maduro awal tahun ini dan munculnya pemerintah baru di Caracas, Saab sekali lagi akan menghadapi sistem peradilan Amerika Serikat, kali ini dalam keadaan yang hampir tidak pernah terjadi sebelumnya.

Penangkapan dan Deportasi

Pemerintah Venezuela mengumumkan bahwa Saab telah dideportasi ke Amerika Serikat, bukan diekstradisi, dengan alasan adanya penyelidikan kriminal yang sedang berlangsung terhadapnya di negara tersebut.

Perbedaan antara deportasi dan ekstradisi dapat menjadi penting secara hukum. Saab, yang merupakan warga negara Kolombia yang dinaturalisasi menjadi warga Venezuela, mungkin telah kehilangan kewarganegaraan Venezuelanya sehingga bisa dideportasi dari Caracas.

Ekstradisi biasanya melibatkan perlindungan perjanjian dan prosedur hukum yang panjang, sedangkan deportasi dapat berlangsung lebih cepat dan mungkin memberikan keleluasaan lebih besar bagi jaksa tergantung pada bagaimana transfer tersebut diatur.

Dampak dan Implikasi

Penangkapan kembali Saab menandai kerja sama baru antara otoritas Amerika Serikat dan pemerintah sementara Venezuela. Ahli hukum dan analis politik akan memperhatikan dengan cermat penampilan pertama Saab di pengadilan Florida Selatan untuk mencari petunjuk tentang apakah Amerika Serikat bermaksud untuk menghidupkan kembali tuduhan lama, mengejar tuduhan baru, atau mencari kerja sama dari mantan orang dalam Maduro.

Saab telah menjadi salah satu tokoh paling kontroversial yang terkait dengan lingkaran dalam Maduro. Otoritas Amerika Serikat selama ini menuduhnya membantu Venezuela menghindari sanksi melalui jaringan bisnis internasional yang kompleks yang melibatkan impor pangan, transaksi minyak, dan perusahaan shell.

Pemerintah Maduro secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menggambarkan Saab sebagai seorang diplomat yang tidak adil ditarget oleh Washington.

Penangkapan dan deportasi Saab menandai babak baru dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela, serta dalam upaya untuk memerangi korupsi dan kejahatan keuangan di wilayah tersebut.

banner 336x280
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga: