Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 23 Maret 2026 | Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik daripada seribu bulan, kembali menghampiri umat Muslim pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Malam penuh berkah ini menjadi momentum utama untuk memperbanyak ibadah, karena setiap amal yang dilakukan pada malam tersebut dijanjikan mendapat pahala berlipat ganda. Berikut rangkaian tujuh amalan yang direkomendasikan oleh para ulama, disusun secara terstruktur agar setiap Muslim dapat mengoptimalkan kesempatan spiritual ini.
1. Menjaga Salat Wajib dan Memperbanyak Salat Sunnah
Salat lima waktu tetap menjadi tiang utama kehidupan beragama. Pada Lailatul Qadar, menegakkan salat wajib dengan khusyuk menjadi keharusan, sementara salat sunnah seperti tarawih, tahajud, dan witir dapat menambah nilai pahala. Hadis Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa salat malam berada di urutan paling utama setelah salat fardhu, sehingga melaksanakannya secara konsisten pada malam-malam terakhir Ramadan menjadi langkah strategis untuk meraih keberkahan.
2. Membaca Al‑Qur’an Secara Intensif
Setiap huruf yang dibaca dari Al‑Qur’an memperoleh satu kebaikan, dan kebaikan tersebut dilipatgandakan sepuluh kali. Membaca Al‑Qur’an pada malam Lailatul Qadar tidak hanya meningkatkan pahala, tetapi juga memperdalam pemahaman spiritual. Umat dianjurkan membaca dengan terjemahan, tafsir, atau sekadar mengulang ayat-ayat yang telah dikuasai, sehingga hati terhubung langsung dengan kalam Allah.
3. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Dzikir, atau mengingat Allah dengan kalimat‑kalimat pujian, menjadi sarana menenangkan jiwa dan meningkatkan kehadiran Ilahi dalam kehidupan. Pada Lailatul Qadar, memperbanyak dzikir seperti “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, dan “Allahu Akbar” dapat menambah nilai pahala. Doa personal yang tulus, terutama memohon ampunan, kebaikan dunia, dan keselamatan akhirat, juga sangat dianjurkan karena Allah SWT menjanjikan pengampunan yang luas pada malam tersebut.
4. Melakukan I’tikaf
I’tikaf berarti berdiam diri di dalam masjid atau tempat ibadah lainnya untuk fokus pada ibadah selama sepuluh malam terakhir Ramadan. Praktik ini membantu menyingkirkan gangguan duniawi, sehingga hati dapat lebih mudah berserah kepada Allah. Selama i’tikaf, seorang muslim biasanya memperbanyak salat, membaca Al‑Qur’an, dan berdoa, menjadikan malam Lailatul Qadar lebih bermakna.
5. Bersedekah dan Amal Jariyah
Memberikan sedekah pada malam Lailatul Qadar tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menambah pahala yang berlipat ganda. Sedekah dapat berupa uang, makanan, atau bantuan lainnya, termasuk memberikan makanan sahur atau buka puasa kepada yang membutuhkan. Amal jariyah yang bersifat berkelanjutan, seperti membangun sumur atau mendirikan fasilitas pendidikan, juga dianjurkan karena pahalanya terus mengalir meski waktu berlalu.
6. Mandi dan Berhias Diri Secara Sempurna
Mandi junub (ghusl) dan berwudhu secara sempurna sebelum memulai ibadah menjadi bagian penting dalam menyiapkan diri secara fisik dan rohani. Selain kebersihan, memperindah penampilan dengan pakaian bersih serta menata rambut juga dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap malam yang suci. Hal ini mencerminkan niat tulus untuk menyambut keberkahan Allah dengan hati yang bersih.
7. Membaca Doa-Doa Khusus Lailatul Qadar
Berbagai doa khusus telah diriwayatkan oleh para sahabat, seperti doa Nabi Muhammad SAW ketika menunggu turunnya Lailatul Qadar: “Ya Allah, turunkanlah kepadaku Lailatul Qadar, dan jadikanlah aku termasuk orang‑orang yang meraihnya”. Mengamalkan doa-doa ini secara berulang meningkatkan kualitas spiritual dan menegaskan harapan akan ampunan serta rahmat Allah pada malam yang penuh keutamaan.
Keseluruhan rangkaian amalan di atas tidak hanya sekadar ritual, melainkan sarana untuk memperdalam hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Dengan niat ikhlas, konsistensi, dan keikhlasan dalam melaksanakan setiap langkah, umat Muslim dapat memanfaatkan Lailatul Qadar sebagai pintu masuk menuju pahala yang berlipat ganda, pengampunan dosa, dan harapan akan keberkahan yang melimpah di dunia maupun akhirat.