Malam 1 Suro: Tradisi Sakral dan Amalan Spiritual di Tengah Tahun Baru Islam

Nasional3 Dilihat
banner 468x60

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 16 Juni 2026 | Malam 1 Suro atau malam tahun baru Islam 1448 Hijriah dipercaya memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Jawa. Pada malam ini, berbagai tradisi dan amalan dilakukan untuk menyambut tahun baru dan memohon ampunan dosa.

Di Jepara, ribuan warga memadati Sendang Bidadari di Daren untuk mengikuti ritual mandi tradisi. Masyarakat dari berbagai daerah datang untuk membasuh diri dan mandi di sumber mata air yang telah berlangsung turun-temurun. Tradisi ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua.

banner 336x280

Sebagian warga meyakini air Sendang Bidadari memiliki nilai simbolis dan menjadi sarana untuk memanjatkan harapan serta doa di awal tahun Hijriah. Salah seorang warga Desa Daren, Ukriyana, mengaku rutin mendatangi Sendang Bidadari setiap malam pergantian tahun Hijriah.

Menurut Ukriyana, tradisi tersebut sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat. "Setiap tahun memang orang-orang datang ke sini. Dipercaya bisa membuat awet muda, membuat tampan bagi laki-laki, dan cantik bagi perempuan. Tinggal cuci muka atau mandi di sini," ujarnya.

Amalan Malam 1 Suro

Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan pada malam 1 Suro, antara lain membaca doa awal tahun, mengerjakan sholat tasbih, membaca Surat Yasin 3 kali, minum susu putih sembari berdoa, membaca Al-Quran, bersholawat atas Nabi Muhammad SAW, dan amalan shalih secara umum.

Menurut Gus Baha, tokoh Nahdlatul Ulama, amalan malam 1 Suro yang menghapus dosa adalah sholat dengan wirid tasbih. "Satu sholat yang akan menghapus dosa yang lalu dan yang akan datang. Ini ada ibadah yang menghapus dosa tetapi bentuk wiridnya itu tasbih," ujarnya.

Pantangan 1 Suro

Di sisi lain, ada beberapa pantangan yang dipercaya dapat membawa sial jika dilanggar pada malam 1 Suro, antara lain menggelar hajatan, melakukan perjalanan jauh, berkonflik atau bertengkar, keluar rumah pada malam hari, tenggelam dalam aktivitas duniawi, membangun atau pindah rumah, dan berisik dan berkata kasar.

Malam 1 Suro dianggap sebagai momen yang sakral dalam penanggalan Jawa, terdapat tradisi yang diadakan untuk merayakannya, seperti kirab pusaka dalem yang dilaksanakan dengan mengarak pusaka-pusaka dari keraton untuk memutari daerah sekitar tembok keraton.

Tradisi ini diharapkan dapat membawa keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat. Dengan demikian, malam 1 Suro menjadi momen yang sangat penting bagi masyarakat Jawa untuk melakukan introspeksi diri, memanjatkan doa, dan memohon ampunan dosa.

banner 336x280
Baca juga:
Baca juga:

Tinggalkan Balasan