Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 30 Mei 2026 | Dinamika kursi kepelatihan di liga-liga top Eropa tengah memasuki fase krusial menjelang bergulirnya musim baru. Fokus utama kini tertuju pada raksasa Italia, AC Milan, yang sedang gencar mencari sosok nahkoda baru untuk memimpin proyek ambisius mereka. Nama Oliver Glasner, juru taktik asal Austria yang baru saja menuntaskan masa baktinya di Premier League bersama Crystal Palace, muncul sebagai kandidat terdepan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Massimiliano Allegri.
Ambisi Rossoneri dan Pengaruh Ralf Rangnick
Keputusan AC Milan untuk berpisah dengan Massimiliano Allegri diambil setelah kegagalan klub mengamankan tiket Liga Champions untuk musim depan. Dalam masa transisi ini, Ralf Rangnick memegang peranan vital sebagai kepala departemen olahraga klub. Rangnick, yang dikenal sebagai arsitek sepak bola modern Jerman, memiliki pengaruh besar dalam menentukan siapa yang layak menduduki kursi pelatih kepala di San Siro.
Awalnya, Milan sempat melirik Matthias Jaissle yang saat ini menangani Al Ahli. Namun, kendala biaya kompensasi yang mencapai angka minimal 6 juta euro di luar gaji dan bonus membuat manajemen Rossoneri mengalihkan bidikan. Nama-nama lain seperti Andoni Iraola dari Bournemouth dan mantan pelatih Barcelona, Xavi, juga sempat masuk dalam pertimbangan, namun Oliver Glasner kini dianggap sebagai opsi yang paling realistis dan menjanjikan.
Laporan terbaru mengindikasikan bahwa pertemuan antara pihak Milan dan Oliver Glasner dijadwalkan berlangsung pada awal pekan depan. Momentum ini sengaja diambil setelah perhelatan final Liga Champions berakhir. Hubungan antara Glasner dan Rangnick bukanlah hal baru; keduanya pernah bekerja sama di bawah bendera RB Salzburg pada tahun 2012, yang memperkuat spekulasi bahwa Glasner adalah pilihan utama yang direkomendasikan oleh Rangnick.
Rekam Jejak Emas Oliver Glasner
Ketertarikan Milan terhadap Glasner bukan tanpa alasan. Pelatih berusia 49 tahun ini memiliki portofolio yang mengesankan dalam beberapa musim terakhir. Ia berhasil membawa stabilitas dan mentalitas juara ke dalam tim yang ia tangani. Berikut adalah beberapa pencapaian signifikan dalam karier kepelatihannya:
- Juara Liga Europa bersama Eintracht Frankfurt (musim 2021-2022).
- Juara Piala FA bersama Crystal Palace (mengalahkan Manchester City).
- Juara Community Shield 2025 bersama Crystal Palace.
- Juara UEFA Conference League terbaru setelah mengalahkan Rayo Vallecano di Leipzig.
Kesuksesan Glasner membawa Crystal Palace meraih trofi mayor pertama dalam sejarah klub serta kesuksesan di kancah Eropa menjadikannya salah satu pelatih paling dicari saat ini. Keputusannya untuk meninggalkan Selhurst Park di akhir musim ini membuka jalan lebar bagi AC Milan untuk mengamankan jasanya tanpa harus terbebani biaya transfer pelatih yang tinggi.
Efek Domino di Crystal Palace dan Munculnya Dino Toppmöller
Kepergian Glasner meninggalkan lubang besar di kubu London Selatan. Sebagai klub yang baru saja merasakan manisnya gelar juara, Crystal Palace bergerak cepat untuk mencari suksesor yang sepadan. Menariknya, radar The Eagles kini mengarah pada Dino Toppmöller, sosok yang secara kebetulan juga merupakan pengganti Glasner saat ia meninggalkan Eintracht Frankfurt beberapa waktu lalu.
Toppmöller, yang saat ini berstatus tanpa klub setelah dilepas oleh Frankfurt pada Januari lalu, dilaporkan telah menjalin komunikasi aktif dengan manajemen Palace. Meski catatan poin rata-ratanya di Frankfurt berada di angka 1,55 per pertandingan, ia dinilai memiliki kemampuan taktis yang mampu melanjutkan fondasi permainan yang telah dibangun oleh Glasner. Toppmöller juga sempat menarik minat dari klub-klub besar lain seperti Napoli dan Wolfsburg, namun tantangan di Premier League tampaknya menjadi daya tarik utama baginya.
Opsi Alternatif bagi AC Milan
Meskipun Glasner menjadi prioritas, AC Milan tetap menyiapkan rencana cadangan. Andoni Iraola tetap berada dalam daftar pantauan. Pakar transfer menyebutkan bahwa perwakilan Milan telah melakukan pertemuan dengan Iraola di Inggris untuk membahas visi dan proyek jangka panjang. Iraola dinilai memiliki gaya permainan yang progresif yang cocok dengan identitas baru yang ingin dibangun oleh Rossoneri.
Situasi ini menunjukkan betapa kompetitifnya pasar pelatih di Eropa saat ini. Keputusan yang diambil oleh AC Milan tidak hanya akan menentukan arah masa depan klub di kompetisi domestik dan Eropa, tetapi juga memicu pergerakan manajerial di klub-klub lain. Dengan jadwal pertemuan yang sudah ditetapkan, publik sepak bola kini menanti apakah Oliver Glasner akan benar-benar mendarat di Milanello atau justru muncul kejutan lain di menit-menit akhir bursa kepelatihan.
Kehadiran pelatih dengan latar belakang pendidikan sepak bola Jerman-Austria di Serie A bisa menjadi warna baru bagi taktik sepak bola Italia yang selama ini dikenal sangat pragmatis. Jika kesepakatan tercapai, Glasner diharapkan mampu membawa intensitas tinggi dan fleksibilitas taktik yang menjadi ciri khasnya untuk mengembalikan kejayaan AC Milan di panggung tertinggi sepak bola dunia.













