Asteroid Apophis: Dekat Bumi 13 April 2029, Bisa Dilihat Mata Telanjang!

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 17 April 2026 | Asteroid yang dikenal dengan nama 99942 Apophis akan melintasi wilayah ruang dekat Bumi pada 13 April 2029. Dengan jarak perkiraan hanya 36.000 kilometer dari permukaan planet, benda langit ini akan berada lebih dekat daripada satelit komunikasi geostasioner yang mengorbit pada ketinggian sekitar 35.800 kilometer.

Karakteristik fisik Apophis

Apophis merupakan asteroid berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 450 meter dan lebar 170 meter, menghasilkan diameter rata-rata kira‑kira 340 meter. Bentuknya menyerupai telur atau dua lobus yang terhubung, hasil pengamatan radar yang mengindikasikan kemungkinan asteroid ini terdiri dari dua bagian.

Baca juga:
Gaji Astronot NASA Tembus Rp2,5 Miliar per Tahun, Ini Fakta Lengkapnya!

Rotasi utama asteroid berlangsung setiap 31 jam, namun ia juga menunjukkan gerakan bergoyang yang disebut rotasi non‑principal axis dengan periode perubahan orientasi sekitar 264 jam.

Sejarah pendekatan dan prediksi masa depan

Pada tahun 2004, Apophis sempat menimbulkan kepanikan karena perkiraan awal menunjukkan kemungkinan tabrakan dengan Bumi pada tahun 2029. Analisis lebih lanjut dan data radar terbaru menegaskan bahwa tidak ada risiko tabrakan dalam setidaknya seratus tahun ke depan.

Setelah lintasan dekat 2029, asteroid ini akan kembali mendekat pada 30 Maret 2036, namun dengan jarak aman sekitar 8,4 juta kilometer, jauh di luar zona bahaya.

Baca juga:
Asteroid ‘Dewa Kekacauan’ Apophis Akan Melintas 36.000 km dari Bumi pada 2029 – Fakta Mengejutkan!

Kesempatan ilmiah dan pengamatan publik

Kedekatan 36.000 kilometer memungkinkan Apophis terlihat dengan mata telanjang pada malam yang cerah, khususnya di wilayah timur Bumi termasuk Asia. Fenomena ini menjadi momen langka bagi astronom amatir dan profesional untuk mempelajari sifat fisik, struktur internal, serta dinamika rotasi asteroid besar secara langsung.

NASA, European Space Agency (ESA), serta jaringan observatorium di seluruh dunia telah menyiapkan kampanye pengamatan intensif. Beberapa misi satelit juga direncanakan untuk mendekati asteroid pada fase tersebut, dengan tujuan mengumpulkan data spektrum, topografi, dan potensi sumber daya mineral.

Asal‑usul nama “Apophis”

Nama asteroid diambil dari dewa ular jahat dalam mitologi Mesir kuno yang berusaha menelan matahari. Pilihan nama mencerminkan kekhawatiran awal akan ancaman yang mungkin ditimbulkan, meskipun kini asteroid ini dipandang sebagai objek ilmiah yang menarik.

Baca juga:
Gaji Astronot NASA Tembus Rp2,5 Miliar per Tahun: Fakta Mengejutkan di Balik Angka Besar

Antusiasme publik di media sosial pun meningkat, dengan ribuan orang berbagi foto langit malam dan menebak kapan tepatnya asteroid akan melintas. Pemerintah beberapa negara telah mengeluarkan peringatan ringan untuk menghindari gangguan pada sistem navigasi satelit, meskipun dampak fisik tidak diharapkan.

Dengan jarak yang sangat dekat namun tetap aman, peristiwa ini menawarkan peluang unik bagi ilmu pengetahuan serta meningkatkan kesadaran publik tentang keberadaan benda-benda dekat Bumi (Near‑Earth Objects). Pengamatan yang berhasil dapat memperbaiki model prediksi orbit asteroid di masa mendatang dan memperkuat sistem peringatan dini global.

Tinggalkan komentar