Bus Listrik Kalista Uji Coba Rute Bekasi‑Yogyakarta: Efisiensi Tinggi, Namun Jalan Panjang ke Jakarta‑Yogyakarta Masih Tertunda

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 17 April 2026 | PO Sumber Alam Ekspres bersama produsen kendaraan listrik Kalista menuntaskan fase uji coba bus listrik pada rute Bekasi‑Yogyakarta pada akhir pekan lalu. Pengujian yang berlangsung sejak Mei hingga September 2025 ini melibatkan satu unit bus berkapasitas baterai 303 kWh, yang berangkat dari garasi Sumber Alam di Yogyakarta dan menempuh total jarak 543 kilometer melintasi beberapa titik strategis, termasuk Pool Kutoarjo, Rest Area Ajibarang, Rest Area Cikamurang, dan Pool Pondok Ungu di Bekasi. Selama perjalanan, bus beroperasi dalam kondisi nyata, sehingga data yang diperoleh mencerminkan performa lapangan, bukan sekadar simulasi teoretis.

Uji Coba dan Metodologi

Tim teknis Sumber Alam menyiapkan rangkaian tes yang mencakup efisiensi energi, kenyamanan penumpang, keandalan sistem pengisian, serta respons mekanik pada variasi kecepatan dan beban. Baterai 303 kWh diisi penuh sebelum setiap hari operasional, kemudian pengemudi melakukan perjalanan berulang antara pool asal dan tujuan, mencatat konsumsi energi pada setiap segmen. Data dikumpulkan melalui sistem telemetri yang terintegrasi dengan dashboard bus, memungkinkan analisis real‑time dan penyimpanan historis untuk evaluasi pasca‑uji.

Baca juga:
Rp 1,7 T Dihabiskan AS: AI Bersihkan Ranjau Selat Hormuz Sekejap

Hasil Performansi

Hasil utama menunjukkan rata‑rata efisiensi 1,5 kilometer per kilowatt‑jam (km/kWh), yang setara dengan konsumsi energi sekitar 0,67 kWh per kilometer. Dengan jarak total 543 km, konsumsi energi tercatat 362 kWh, meninggalkan sisa daya yang cukup untuk operasi tambahan atau penanganan kondisi lalu lintas padat. Dari segi kecepatan, bus mampu mempertahankan kecepatan rata‑rata 70 km/jam pada jalan tol, sementara pada jalur non‑tol kecepatan menurun menjadi 45 km/jam, tetap dalam batas kenyamanan penumpang.

Parameter Hasil
Jarak Tempuh 543 km
Efisiensi Energi 1,5 km/kWh
Penghematan Energi vs Bus Konvensional 52 %
Daya Baterai 303 kWh

Penghematan energi tercapai sebesar 52 persen dibandingkan bus diesel konvensional dengan konsumsi bahan bakar rata‑rata 30 liter per 100 km. Selain itu, tingkat kebisingan interior turun drastis, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih tenang bagi penumpang. Penilaian kenyamanan dari survei pengguna menunjukkan 84 persen responden puas dengan kestabilan suhu kabin dan kehalusan akselerasi.

Baca juga:
VinFast Evo 2026 Resmi Diluncurkan: Motor Listrik Retro‑Modern dengan Swap Baterai Cepat & GPS Tracker

Analisis Biaya Operasional

Dari perspektif ekonomi, penggunaan bus listrik memberikan keuntungan signifikan. Biaya listrik per kilometer diperkirakan sekitar Rp 500, sementara biaya bahan bakar diesel berada pada kisaran Rp 1.200 per kilometer. Selisih tersebut menghasilkan penghematan operasional hingga 52 persen, sejalan dengan data efisiensi energi yang diungkapkan. Meskipun investasi awal untuk pembelian bus listrik dan infrastruktur pengisian masih tinggi, analisis total cost of ownership (TCO) selama lima tahun menunjukkan titik impas dapat tercapai dalam tiga hingga empat tahun, terutama bila dukungan kebijakan subsidi dan tarif listrik yang kompetitif tetap berlanjut.

Prospek dan Tantangan Rute Jakarta‑Yogyakarta

Meskipun hasil uji coba menunjukkan performa memuaskan, Direktur Utama PT PO Sumber Alam Ekspres, Anthony Steven Hambali, menegaskan bahwa perusahaan belum memiliki rencana langsung untuk memperluas layanan bus listrik ke rute Jakarta‑Yogyakarta. Keputusan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kesiapan infrastruktur pengisian cepat di sepanjang koridor, kapasitas baterai yang harus menutupi jarak lebih dari 600 kilometer, serta pertimbangan ekonomi terkait beban investasi tambahan. “Adopsi bus listrik tidak bisa dilakukan secara terburu‑buru. Perlu perhitungan matang agar tetap sesuai dengan kebutuhan bisnis,” ujar Hambali.

Baca juga:
Kecepatan Hipersonik Mengguncang Dunia: Ancaman Baru di Langit Internasional

Untuk mengatasi kendala jarak, Kalista sedang mengembangkan varian baterai berkapasitas lebih tinggi serta sistem pengisian ultra cepat yang dapat mengisi 80 persen kapasitas dalam kurang dari 30 menit. Jika teknologi ini berhasil diimplementasikan, rute Jakarta‑Yogyakarta berpotensi menjadi jalur percontohan pertama bagi transportasi massal listrik di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pada saat yang sama, pemerintah daerah dan pusat diharapkan mempercepat pembangunan stasiun pengisian publik di titik-titik strategis, seperti rest area dan terminal utama.

Secara keseluruhan, uji coba bus listrik Kalista pada rute Bekasi‑Yogyakarta memberikan gambaran realistis tentang manfaat lingkungan dan ekonomi yang dapat dicapai. Meskipun langkah selanjutnya belum pasti, data yang terkumpul menjadi landasan penting bagi keputusan strategis Sumber Alam dalam mengintegrasikan kendaraan listrik ke dalam jaringan transportasi regional.