Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 22 Maret 2026 | Jakarta, 18 Maret 2026 – Raksasa teknologi Google kembali menegaskan komitmennya pada aksi iklim dengan menandatangani kesepakatan multi‑tahun bersama AMP Robotics, perusahaan asal Colorado yang mengusung teknologi AI untuk daur ulang. Kesepakatan ini mencakup pembelian kredit karbon setara 200.000 ton CO₂e yang dihasilkan dari proyek pengolahan limbah organik menjadi biochar, sekaligus membuka jalur ekspor produk biochar ke lebih dari 50 negara di dunia.
Biochar: Solusi Ganda untuk Metana dan Karbon Dioksida
Proyek utama yang menjadi fokus kerja sama ini berlokasi di beberapa tempat pembuangan akhir (TPA) kota besar Amerika Serikat. Sampah organik yang biasanya menghasilkan metana – gas rumah kaca dengan potensi pemanasan global 28 kali lebih kuat daripada CO₂ – dipilah menggunakan sistem berbasis kecerdasan buatan milik AMP. Material yang terpilih selanjutnya diproses menjadi biochar, bahan berkarbon tinggi yang dapat mengunci karbon selama ratusan hingga ribuan tahun.
EPA (Environmental Protection Agency) mencatat bahwa TPA merupakan sumber emisi metana ketiga terbesar di negara tersebut. Dengan mengalihkan 540.000 ton sampah per tahun menjadi biochar, proyek ini diperkirakan dapat menahan lebih dari 0,7 ton CO₂e per ton sampah yang diproses. Artinya, total potensi pengurangan emisi mencapai lebih dari 378.000 ton CO₂e setiap tahun.
Perjanjian dengan Google: Memperluas Kapasitas dan Pasar
Google, melalui divisi kredit karbonnya, akan membeli kredit setara 200.000 ton CO₂e yang dihasilkan selama fase awal proyek. Pembelian ini tidak hanya menambah portofolio offset karbon Google, tetapi juga memberi AMP sumber dana untuk meningkatkan kapasitas produksi biochar. Rencana jangka panjang mencakup pengolahan lima juta ton sampah organik menjadi biochar selama 20 tahun ke depan.
Selain itu, Google dan AMP berkomitmen menyusun kerangka kerja standar pengukuran dampak pengalihan sampah serta penghapusan karbon biochar. Standar ini diharapkan menjadi acuan bagi industri limbah perkotaan di seluruh dunia, mempercepat replikasi model serupa di negara‑negara lain.
Ekspor Biochar ke 50 Negara: Peluang Ekonomi dan Lingkungan
Dengan meningkatnya kapasitas produksi, AMP menargetkan ekspor biochar ke lebih dari 50 pasar, termasuk negara‑negara di Asia, Eropa, dan Afrika yang tengah mencari solusi pengurangan emisi dan peningkatan kesuburan tanah. Biochar memiliki manfaat ganda: selain menyerap karbon, ia dapat meningkatkan retensi air dan nutrisi tanah, sehingga menjadi produk bernilai tinggi bagi sektor pertanian.
- Target ekspor: lebih dari 50 negara, meliputi Indonesia, India, Brazil, Kenya, dan Uni Emirat Arab.
- Nilai ekonomi: perkiraan pendapatan ekspor mencapai US$ 150 juta per tahun pada tahun 2030.
- Dampak lingkungan: tambahan 1 juta ton biochar per tahun dapat mengurangi emisi global hingga 700.000 ton CO₂e.
Reaksi Pemerintah dan Komunitas
Pemerintah daerah di Amerika Serikat yang bekerja sama dengan AMP melaporkan peningkatan tingkat daur ulang dan penurunan volume sampah yang dibuang ke TPA. Sementara itu, kelompok lingkungan menilai inisiatif ini sebagai contoh konkret sinergi antara teknologi tinggi dan kebijakan iklim.
Randy Spock, Kepala Kredit dan Penghapusan Karbon Google, menyatakan, “Kami antusias menggerakkan pendekatan pengelolaan limbah yang dapat menjawab dua tantangan iklim sekaligus: metana jangka pendek dan CO₂ jangka panjang.” Sementara Matanya Horowitz, CTO AMP, menambahkan, “Biochar mengubah limbah menjadi aset penyimpan karbon yang tahan lama, memberikan nilai ekonomi sekaligus manfaat iklim.”
Proyek ini juga mendapat dukungan dari lembaga internasional yang melihat potensi biochar sebagai bagian dari agenda Net‑Zero 2050. Dengan skala yang terus bertambah, biochar dapat menjadi komoditas perdagangan baru yang memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim global.
Secara keseluruhan, kolaborasi antara Google dan AMP Robotics menandai langkah signifikan dalam mengubah limbah menjadi sumber daya berharga, sekaligus membuka pasar global yang luas. Jika target ekspor tercapai, biochar tidak hanya akan menjadi solusi iklim, tetapi juga katalisator pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi negara‑negara berkembang.