Geger Video Ambulans Lari Menembus Macet di Tebet: Polisi Diam, Publik Tercengang

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 16 April 2026 | Ribuan netizen Jakarta Selatan dihebohkan pada Kamis, 16 April 2026, ketika sebuah video memperlihatkan seorang sopir ambulans berusaha menembus kemacetan di Jalan MT Haryono arah Jalan Gatot Subroto, kawasan Tebet. Rekaman tersebut menampilkan aksi dramatis di mana ambulans melaju di antara barisan kendaraan, sementara sebuah mobil berwarna putih dengan plat nomor dinas kepolisian lalu lintas berada tepat di depan kendaraan darurat.

Kronologi Kejadian

Video yang diunggah oleh akun @jabodetabek.terkini menampilkan suara sirine ambulans yang keras, diiringi kamera yang menyorot antrean panjang kendaraan. Pada awalnya, barisan kendaraan terdiri dari satu bus Transjakarta, sebuah mobil hitam, dan sebuah mobil bertuliskan “Polisi Lalu Lintas“. Setelah antrean mulai terurai, mobil polisi tetap berada di depan ambulans.

Baca juga:
Vanessa Zee Akhirnya Berduet dengan Rony Parulian: Fans Terpukau Saat Idola Menunjukkan Wajah Aslinya

Ketika mobil polisi berbelok ke kanan, seorang pria berseragam hitam dengan masker medis terlihat berlari ke belakang kemudi ambulans dan langsung mengemudi melaju menembus barisan kendaraan yang masih macet. Dalam video tersebut terdengar keterangan pemilik akun yang menjelaskan situasi: “Ambulans kejebak macet di dekat perempatan Pancoran, ingin putar balik sebelum halte Tugu Pancoran. Depannya ada mobil polisi, yang turun lari‑lari malah sopir ambulans.”

Reaksi Petugas di Lokasi

Selain mobil polisi, beberapa anggota Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) juga tampak berada di lokasi perempatan yang sama. Namun, menurut rekaman, petugas Satpol PP tidak melakukan intervensi apa pun, melainkan tetap berada di tempat tanpa menghalangi aksi sopir ambulans.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Komarudin, kemudian memberikan klarifikasi melalui pesan singkat kepada Kompas.com. Ia menegaskan bahwa mobil berplat nomor dinas yang terlihat dalam video tidak termasuk dalam daftar kendaraan resmi Polda Metro Jaya. Biasanya, kendaraan dinas Polda Metro Jaya memiliki kode “VII” pada platnya, sedangkan mobil dalam video tidak memuat kode tersebut.

Komarudin menambahkan, “Itu bukan mobil Polda Metro Jaya. Kami akan menyelidiki kepemilikan mobil tersebut dan menindaklanjuti bila ada pelanggaran.”

Baca juga:
Arya Khan Hanya Beri Rp300 Ribu per Bulan, Pinkan Mambo Terpaksa Ngamen di Jalanan – Ungkapannya Michelle Ashley

Aspek Hukum dan Etika Berkendara

Menurut Peraturan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Undang‑Undang No. 22/2009), kendaraan darurat seperti ambulans berhak mendapatkan prioritas di jalan raya, termasuk hak untuk menembus kemacetan asalkan tidak menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan lain. Namun, penggunaan hak tersebut tetap harus memperhatikan keselamatan semua pihak.

Dalam kasus ini, keberadaan mobil polisi yang berada di depan ambulans menimbulkan pertanyaan tentang koordinasi antara unit kepolisian dan layanan medis darurat. Jika mobil tersebut memang bukan kendaraan resmi Polda, maka keberadaannya di jalur ambulans dapat dianggap menghambat penanganan darurat.

Selain itu, tindakan sopir ambulans yang melompat ke belakang kemudi dan langsung mengemudi tanpa menunggu instruksi atau koordinasi resmi dapat menimbulkan risiko kecelakaan, terutama di tengah arus lalu lintas yang masih padat. Penonton video menilai aksi tersebut sebagai tindakan nekat yang dapat berbahaya, meski niat utama adalah mempercepat penanganan korban.

Reaksi Publik dan Media Sosial

Setelah video tersebut menjadi viral, komentar netizen terbagi antara dukungan atas upaya cepat ambulans dan kecaman atas perilaku sopir serta kurangnya respons dari aparat kepolisian. Beberapa pengguna media sosial menilai bahwa polisi seharusnya memberikan jalur khusus bagi ambulans, sementara yang lain menekankan pentingnya prosedur yang jelas untuk menghindari kebingungan di lapangan.

Baca juga:
Alyssa Cordes: DJ Jerman yang Menggebrak Dunia Hiburan Indonesia dan Dipastikan Jadi Pacar Baru Baskara Mahendra

Berita ini kemudian diangkat oleh sejumlah portal berita nasional, termasuk Kompas.com, yang menyoroti tidak hanya aksi sopir ambulans, tetapi juga ketidaktegasan petugas kepolisian dan Satpol PP di lokasi.

Langkah Selanjutnya

Pihak Polda Metro Jaya telah berjanji untuk menyelidiki kepemilikan mobil berplat nomor dinas yang terlihat dalam video serta menilai apakah ada pelanggaran prosedur oleh petugas di lapangan. Selain itu, otoritas transportasi kota Jakarta diperkirakan akan meninjau kembali protokol koordinasi antara unit kepolisian, Satpol PP, dan layanan darurat untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penanganan situasi darurat memerlukan sinergi yang baik antara semua pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, demi menjaga keselamatan publik serta efektivitas layanan medis.

Dengan perhatian publik yang terus meningkat, diharapkan investigasi resmi akan memberikan kejelasan mengenai tanggung jawab masing‑masing pihak dan memperkuat regulasi yang mengatur hak istimewa kendaraan darurat di jalan raya Indonesia.

Tinggalkan komentar