MALIQ & D’Essentials Membuat Senja Teduh Pelita: Ketika Lagu-Lagu Menemukan Cerita Baru di Panggung Musikal

banner 468x60

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 07 July 2026 | Pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita, hasil kolaborasi Jakarta Movin dengan grup musik MALIQ & D’Essentials, telah sukses dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 3-12 Juli 2026. Musikal ini menawarkan pengalaman menikmati karya-karya yang telah akrab di telinga dalam bentuk narasi yang baru. Dengan menginterpretasikan sekitar 20 lagu MALIQ & D’Essentials ke dalam cerita fiksi sains, musikal ini mengajak penonton merenungkan hubungan manusia dengan alam, harapan, dan masa depan.

Lagu seperti Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, dan sejumlah karya dari album terbaru Begini Begitu hadir dalam bentuk yang mungkin berbeda dari bayangan sebagian penggemar. Alih-alih dipentaskan secara utuh dari awal hingga akhir, lagu-lagu tersebut diurai menjadi bagian dari perjalanan emosional para tokohnya. Sepenggal lirik muncul sebagai dialog, beberapa bait dinyanyikan pada momen-momen tertentu, sementara melodi menjadi jembatan yang menghubungkan satu adegan dengan adegan berikutnya.

banner 336x280

Di atas panggung, musik berpadu dengan tata cahaya, multimedia, koreografi, tata kostum, dan tata panggung untuk membangun dunia fiksi yang menjadi latar cerita. Pertunjukan ini melibatkan 32 pemeran, termasuk 11 aktor anak, serta sekitar 200 insan kreatif di balik layar. Selama lebih dari dua jam, lagu-lagu MALIQ & D’Essentials tidak hadir sebagai nomor-nomor musikal yang berdiri sendiri, melainkan tumbuh bersama alur cerita dan perkembangan para karakternya.

Pengalaman tersebut rupanya juga dirasakan oleh para personel MALIQ & D’Essentials, yang turut hadir di pementasa perdana musikal ini pada Jumat (3/7) petang. Menutup pertunjukan perdana itu, Widi dan Angga Puradiredja, dua personel grup musik ini, naik ke panggung dan mengaku kesulitan menggambarkan kekaguman yang baru saja mereka saksikan dari bangku penonton.

“Oh, ternyata begini rasanya nonton MALIQ,” ungkap Widi terharu.

“Ini pertama kali kami bisa merasakan seperti apa lagu-lagu MALIQ ketika disatukan dalam sebuah cerita,” sambungnya. Selama ini, menurut Widi, setiap lagu lahir dari proses yang sederhana. “Apa, sih, kerennya MALIQ? Di studio kami enggak pernah berpikir mana yang komersial atau mana yang idealis. Kami selalu bikin lagu yang paling jujur dari hati, yang membuat kami bahagia.”

Melalui Senja Teduh Pelita, lagu-lagu MALIQ & D’Essentials menemukan ruang untuk dibaca ulang. Bagi penonton, musikal ini menawarkan pengalaman menikmati karya-karya yang telah akrab di telinga dalam bentuk narasi yang baru. Sementara bagi MALIQ sendiri, pertunjukan ini menjadi cara lain untuk melihat kembali perjalanan kreatif yang telah mereka bangun selama seperempat abad.

banner 336x280
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:

Tinggalkan Balasan