Prahara Sarwendah dan Ruben Onsu: Dari Video Viral hingga Tudingan Rekayasa Opini Publik

banner 468x60

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 06 Juni 2026 | Dunia hiburan tanah air kembali diguncang oleh kelanjutan drama rumah tangga antara Sarwendah dan mantan suaminya, Ruben Onsu. Setelah sekian lama terlibat dalam perselisihan yang dingin, situasi memuncak pada awal Juni 2026 ketika sebuah video permintaan maaf dari Sarwendah justru memicu kontroversi baru. Tidak hanya soal isi permintaan maafnya, namun juga munculnya tudingan serius mengenai penggunaan jasa buzzer untuk memulihkan citra sang artis di mata publik.

Permintaan Maaf yang Menjadi Sorotan

Pada Jumat, 5 Juni 2026, Sarwendah mengunggah sebuah video melalui akun media sosial pribadinya. Dalam video tersebut, ibu tiga anak ini menyampaikan permohonan maaf yang mendalam terkait sebuah video viral yang memperlihatkan dirinya melontarkan kata-kata yang dianggap tidak pantas. Meskipun Sarwendah tidak menyebutkan secara eksplisit kepada siapa kata-kata tersebut ditujukan, publik meyakini bahwa ucapan ‘cong’ yang sempat viral adalah sindiran keras untuk Ruben Onsu.

banner 336x280

Dalam pernyataannya, Sarwendah mengakui bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan dosa. Namun, yang menarik perhatian publik dan tim hukum Ruben Onsu adalah sasaran dari permintaan maaf tersebut. Sarwendah hanya menyampaikan maaf kepada publik, keluarga besar, dan anak-anaknya. Nama Ruben Onsu sama sekali tidak disebut dalam narasi penyesalan tersebut, yang kemudian memicu spekulasi bahwa hubungan keduanya masih sangat tegang.

Tudingan Penggunaan Jasa Buzzer dengan Upah Rendah

Tak lama setelah video permintaan maaf tersebut diunggah, sebuah isu miring berembus di platform Threads. Akun @arfdeatan membongkar dugaan bahwa pihak Sarwendah menggunakan jasa buzzer untuk membanjiri kolom komentar dengan pesan-pesan positif. Langkah ini diduga dilakukan guna menjaga citra Sarwendah agar tetap terlihat baik di mata netizen di tengah gempuran kritik.

Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, para buzzer diarahkan untuk memberikan komentar yang mendukung, seperti harapan agar kejadian ini menjadi pembelajaran atau pesan semangat bagi Sarwendah. Namun, yang membuat netizen miris adalah nilai bayaran yang ditawarkan. Dalam instruksi tersebut, tertulis bahwa biaya untuk satu ‘like’ dan komentar positif di Facebook hanya dihargai sebesar Rp350. Pemberi instruksi juga meminta para pekerja digital ini untuk berkreasi dan tidak sekadar menyalin narasi yang telah disediakan agar terlihat alami.

Akar Konflik: Perselisihan Nafkah dan Hak Asuh

Ketegangan yang terjadi saat ini merupakan akumulasi dari konflik berkepanjangan sejak perceraian mereka pada tahun 2024. Perselisihan kembali memanas pada akhir Mei 2026 ketika kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan. Pihak Sarwendah mengaku didatangi oleh penagih utang atau debt collector terkait aset mobil yang disebut sebagai milik Ruben Onsu.

Selain masalah aset, persoalan nafkah menjadi poin utama pertikaian. Abraham Simon menegaskan bahwa sejak akhir tahun 2025 hingga pertengahan 2026, Ruben Onsu diduga sudah tidak lagi memenuhi kewajibannya untuk membiayai kebutuhan pendidikan, bimbingan belajar, hingga biaya medis anak-anak mereka. Padahal, dalam kesepakatan perceraian, Ruben berkomitmen menanggung biaya tersebut hingga anak-anak lulus kuliah. Berikut adalah rincian poin perselisihan yang mencuat:

  • Penghentian nafkah rutin sebesar Rp200 juta per bulan sejak Desember 2025.
  • Tunggakan biaya pendidikan dan les tambahan anak-anak yang kini ditanggung sepenuhnya oleh Sarwendah.
  • Masalah aset kendaraan yang melibatkan pihak ketiga (debt collector).
  • Kesulitan akses pertemuan antara ayah dan anak-anak.

Di sisi lain, pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, tidak membantah adanya penghentian aliran dana tersebut. Namun, Ruben memiliki alasan fundamental di balik tindakan tersebut. Ia merasa hak-haknya sebagai ayah dipersulit, terutama dalam hal waktu pengasuhan dan pertemuan dengan buah hatinya. Penghentian nafkah ini disebut sebagai bentuk aksi protes Ruben karena merasa kewajibannya terus dituntut sementara haknya diabaikan.

Respons Dingin Ruben Onsu

Menanggapi video permintaan maaf Sarwendah yang viral, Ruben Onsu memberikan reaksi yang sangat singkat. Melalui komunikasi telepon dengan kuasa hukumnya, Ruben hanya merespons dengan kata ‘oh’ saat mengetahui adanya video tersebut. Pihak Ruben menilai bahwa permintaan maaf tersebut tidak memiliki nilai tulus karena tidak menyasar pihak yang paling dirugikan secara personal.

Minola Sebayang menegaskan bahwa luka hati dan rusaknya nama baik Ruben akibat sindiran-sindiran di media sosial seharusnya menjadi fokus utama jika memang ada niat untuk berdamai. Tim hukum Ruben menyayangkan sikap Sarwendah yang dianggap lebih peduli pada penilaian netizen dibandingkan memperbaiki hubungan personal dengan mantan suaminya demi kepentingan anak-anak mereka.

Kini, publik masih menunggu apakah kedua belah pihak akan menempuh jalan kekeluargaan atau justru perselisihan ini akan berlanjut kembali ke ranah hukum. Yang pasti, drama yang melibatkan nama besar Sarwendah dan Ruben Onsu ini telah menjadi konsumsi publik yang mencerminkan betapa peliknya urusan pasca-perceraian di kalangan selebriti, terutama jika melibatkan urusan finansial dan ego personal yang belum terselesaikan.

banner 336x280
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga: