Nekat Terjang Banjir, Taksi Online Terjebak Banjir Hanya Tinggal Atap di Depok

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 20 April 2026 | Depok, 20 April 2026 – Sebuah mobil taksi online terjebak banjir pada Senin pagi di Jalan Bandung, Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere. Pengemudi yang nekat melintasi genangan air sampai kendaraan hampir tenggelam, berhasil diselamatkan berkat koordinasi cepat antara kepolisian, pemadam kebakaran, dan warga sekitar.

Latihan Lintas Banjir yang Berakhir Bahaya

Kejadian bermula ketika Naim, seorang pengemudi taksi online, mengemudikan Daihatsu Xenia putih berplat B 1997 WGZ. Ia sedang dalam perjalanan menuju Pondok Cabe melalui jembatan yang menghubungkan dua wilayah. Pada saat itu, hujan deras mengguyur Depok sehingga Kali Pesanggrahan meluap dan menggenangi jalan utama, termasuk jembatan di Jalan Bandung.

Baca juga:
Nekat Terjang Banjir di Depok, Taksi Online Tenggelam Hingga Hanya Tinggal Atap

Meski jembatan sudah terendam, Naim memperkirakan genangan tersebut masih cukup dangkal untuk dilalui. Namun sesampainya di titik tengah jembatan yang menurun, mesin mobil tiba‑tiba mati. Tanpa tenaga, kendaraan terhenti dan air terus naik hingga mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter, membuat mobil hampir tenggelam kecuali atapnya masih tampak di atas permukaan air.

Respon Cepat Aparat Keamanan dan Pemadam Kebakaran

Kanit Lantas Polsek Cinere, Iptu Suharyoko, mengonfirmasi laporan tentang mobil yang terjebak banjir. “Kami mendapatkan laporan adanya mobil yang terjebak banjir. Polisi dibantu petugas Damkar langsung melakukan evakuasi,” ujarnya. Petugas damkar bersama relawan warga setempat menggunakan peralatan seadanya untuk mengevakuasi mobil yang terendam.

Setelah proses penarikan yang memakan waktu, mobil berhasil dipindahkan ke area yang lebih aman pada pukul 11.00 WIB. “Alhamdulillah, berkat kerja sama anggota di lapangan, petugas Damkar, dan bantuan warga, mobil berhasil dievakuasi,” tambah Suharyoko.

Baca juga:
Helikopter Malaysia Tabrakan dalam Latihan: 10 Korban Jiwa, Penyebab Human Error Terungkap

Korban Selamat, Tidak Ada Cedera

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Naim berhasil keluar dari kendaraan sebelum debit air semakin tinggi. Ia mengaku menyesal karena menganggap genangan air hanya sebatas permukaan dan tidak menyadari risiko yang mengintai.

“Saya belajar bahwa menyeberangi jembatan yang terendam sangat berbahaya. Saya berharap pengendara lain tidak mengulangi kesalahan saya,” kata Naim dalam pernyataan singkat kepada media setempat.

Peringatan kepada Pengguna Jalan

Pihak kepolisian menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem, khususnya luapan Kali Pesanggrahan yang dapat mengubah jalan biasa menjadi zona berbahaya dalam hitungan menit. Pengemudi diimbau untuk tidak memaksakan melintas saat air menggenang, meskipun terlihat dangkal, dan selalu memantau informasi resmi terkait peringatan banjir.

Baca juga:
Truk Oleng Hantam Empat Kendaraan, 1 Tewas di Jalur Parakan‑Kertek: Kronologi Lengkap dan Fakta di Balik Kecelakaan Beruntun

Selain itu, masyarakat diharapkan untuk melaporkan kondisi jalan yang terendam kepada pihak berwenang agar evakuasi dapat dilakukan secara cepat dan menghindari potensi kecelakaan serupa.

Langkah-Langkah Penanganan Banjir di Depok

  • Pengawasan intensif terhadap level air Kali Pesanggrahan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
  • Pemasangan papan peringatan dan rambu “Dilarang Masuk” pada titik-titik rawan banjir.
  • Koordinasi rutin antara kepolisian, Dinas Pemadam Kebakaran, dan tim SAR untuk respons cepat.
  • Edukasi publik melalui media sosial dan kampanye keselamatan jalan terkait bahaya melintasi genangan air.

Insiden taksi online yang hampir tenggelam ini menjadi pengingat keras akan bahaya melintasi wilayah yang terendam. Dengan meningkatnya intensitas hujan akibat perubahan iklim, kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap peringatan banjir menjadi kunci utama untuk melindungi nyawa dan harta benda.

Semoga pelajaran dari peristiwa ini dapat meningkatkan kesadaran bersama dan mendorong tindakan preventif yang lebih efektif di masa depan.