Bojan Hodak: Persib Tak Perlu Pikirkan Gelar Dini, Nasib Juara Baru Akan Terungkap di Pekan Terakhir

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 21 April 2026 | Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, menegaskan bahwa Persib Bandung tidak boleh terlalu cepat menganggap diri sebagai juara dalam kompetisi Super League 2025/2026. Menurutnya, tekanan terbesar justru berada pada para pesaing yang masih berusaha mengejar poin di papan atas.

Baca juga:
Ceko Siap Guncang Piala Dunia 2026: Lebih Dari Sekadar Nostalgia

Posisi Persib di Puncak Klasemen

Saat ini Persib memimpin klasemen dengan 64 poin, unggul satu poin dari Borneo FC yang berada di posisi kedua. Persija Jakarta, rival abadi klub merah, menempati posisi ketiga dengan 58 poin. Dengan hanya enam pertandingan tersisa, selisih poin masih tipis sehingga setiap laga menjadi sangat penting.

Laga Penentu di Pekan ke-28

Pekan ke-28 menampilkan pertemuan Persib melawan Dewa United di Banten International Stadium, Serang, pada 20 April 2026. Bojan Hodak menyebut laga ini tidak akan menjadi penentu mutlak nasib juara, namun kemenangan tetap krusial untuk memperlebar jarak dengan Borneo FC menjadi empat poin. Ia menekankan bahwa timnya harus menjaga konsistensi tanpa terbebani oleh ekspektasi berlebihan.

“Kami berada di posisi nomor satu, sehingga tekanan terbesar ada pada mereka yang harus mengejar kami,” ujar Bojan dalam konferensi pers sebelum pertandingan. “Kami hanya perlu bermain dengan tenang, memberikan yang terbaik, dan biarkan hasil berbicara.”

Tekanan dari Pesaing

Borneo FC dan Persija Jakarta berada dalam kondisi tertekan karena harus mengejar ketertinggalan. Bojan menilai bahwa kedua tim tersebut harus menyesuaikan taktik dan intensitas mereka setiap pekan untuk tetap bersaing. “Mereka memiliki beban yang lebih besar setiap kali mereka melangkah ke lapangan,” kata Bojan.

Baca juga:
Pratama Arhan Bawa Harapan Tokyo Verdy di Piala Asia 2023: Kisah Kebangkitan Gelandang Muda Indonesia

Selain Borneo FC dan Persija, Dewa United juga menunjukkan tren positif dalam beberapa pertandingan terakhir, membuat mereka bukan lawan yang mudah. Meskipun Bojan menolak menyebut laga melawan Dewa United sebagai “krusial”, ia mengakui bahwa setiap poin tambahan akan sangat membantu persiapan mental tim menjelang akhir musim.

Motivasi dan Konsistensi Tim

Menurut Bojan, motivasi pemain Persib semakin tinggi seiring mendekatnya peluang meraih gelar. Ia menilai musim ini sebagai yang paling menantang sejak ia pertama kali mengambil alih kepelatihan tim pada tahun 2023. “Dua musim sebelumnya kami meraih gelar dengan selisih poin yang besar. Tahun ini berbeda, kami harus berjuang ekstra,” ujar dia.

Pelatih menambahkan bahwa konsistensi menjadi kunci utama. “Kami tidak akan terlalu memikirkan apa yang dilakukan pesaing, melainkan fokus pada proses kami sendiri,” tambahnya.

Prediksi Akhir Musim

Dengan hanya enam laga tersisa, Bojan memperkirakan persaingan akan tetap sengit hingga laga terakhir. Ia menilai bahwa hasil akhir belum dapat dipastikan dan menolak memberikan prediksi pasti tentang siapa yang akan keluar sebagai juara.

Baca juga:
Misi Besar Wasit Belanda di Piala Dunia 2026: Danny Makkelie dan Tim VAR Siap Buktikan Kualitas di Tanah Amerika

“Nasib kami akan ditentukan pada pekan terakhir. Selama itu, kami akan terus berjuang dan tidak membiarkan tekanan menguasai pikiran pemain,” tegas Bojan.

Dengan pendekatan yang realistis dan fokus pada konsistensi, Persib berharap dapat mempertahankan posisi teratas dan mengamankan gelar juara Super League 2025/2026. Namun, tantangan dari Borneo FC, Persija Jakarta, dan Dewa United tetap menjadi penghalang utama yang harus dihadapi dalam enam laga terakhir.

Tinggalkan komentar