Pratama Arhan Bawa Harapan Tokyo Verdy di Piala Asia 2023: Kisah Kebangkitan Gelandang Muda Indonesia

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 18 April 2026 | Tokyo Verdy, salah satu klub bersejarah di Liga J1 Jepang, kembali menjadi sorotan internasional setelah gelandang muda Pratama Arhan terpilih mengenakan nomor punggung 12 dalam skuad Tim Nasional Indonesia untuk Piala Asia 2023. Penempatan Arhan di lini bek kiri menandakan kepercayaan pelatih Shin Tae‑Yong terhadap kemampuan teknis dan taktis pemain kelahiran Bandung yang berkarier di klub asal Tokyo ini.

Perjalanan Karier Pratama Arhan di Tokyo Verdy

Pratama Arhan memulai karier profesionalnya di Liga 1 Indonesia bersama Persija Jakarta sebelum melanjutkan ke Asia Timur pada tahun 2022. Transfer ke Tokyo Verdy, klub yang pernah melahirkan legenda Jepang seperti Kazuyoshi Miura, memberi peluang bagi Arhan untuk mengasah kemampuan di level kompetisi yang lebih tinggi. Selama dua musim terakhir, Arhan menorehkan penampilan konsisten sebagai bek kiri, dikenal dengan kecepatan, ketahanan fisik, dan kemampuan mengoper bola yang akurat.

Baca juga:
Tragedi Mengguncang Dunia Musik Jawa Pop: Ibunda Gilga Sahid Meninggal, Happy Asmara Tak Bisa Tidur Tanpa Gilga

Statistik resmi klub menunjukkan bahwa Arhan telah mencatatkan 32 penampilan penuh, mencetak satu gol, dan memberikan tiga assist. Performa tersebut tidak hanya menarik perhatian penggemar Verdy, tetapi juga memicu panggilan ke Timnas Indonesia menjelang turnamen Piala Asia yang diselenggarakan di Qatar.

Nomor Punggung Baru dan Dampaknya pada Tim Nasional

Pada pekan lalu, PSSI mengumumkan daftar resmi nomor punggung Timnas Indonesia. Pratama Arhan ditetapkan sebagai nomor 12, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh pemain lain. Perubahan ini terjadi setelah Adam Alis, yang sempat dibatalkan dicoret oleh Shin Tae‑Yong, dimasukkan kembali ke skuad, sehingga Saddil Ramdani kehilangan nomor 17 dan digantikan oleh Alis.

Berikut rangkuman singkat nomor punggung yang relevan dengan Tokyo Verdy:

  • 12 – Pratama Arhan (Tokyo Verdy) – Bek Kiri
  • 17 – Adam Alis (Borneo FC) – Gelandang

Keberadaan Arhan di tengah skuad menambah dimensi taktis bagi Indonesia, terutama dalam menghadapi tim-tim Asia Timur yang mengandalkan serangan melalui sisi sayap. Pengalaman bermain di J1 diharapkan dapat memperkuat lini belakang Indonesia, khususnya dalam duel satu‑lawanan melawan pemain sayap cepat seperti Iran dan Irak.

Baca juga:
Kecepatan dalam Berbagai Sektor: Dari Layanan Kesehatan hingga Kebijakan Publik

Persiapan Timnas Indonesia di Qatar

Timnas Indonesia menggelar sesi latihan intensif di Qatar sebelum laga perdana melawan Irak pada 15 Januari 2024, pukul 21.30 WIB. Sesi tersebut dipimpin langsung oleh Shin Tae‑Yong, yang menekankan pentingnya adaptasi taktik cepat dan koordinasi antar lini. Pratama Arhan dilaporkan menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam latihan defensif, terutama dalam situasi pressing tinggi dan transisi cepat ke serangan.

Selain Arhan, skuad Indonesia menampilkan pemain berpengalaman seperti Jordi Amat (JDT) dan pemain muda berbakat seperti Rizky Ridho (Persija). Kombinasi antara pemain berpengalaman di luar negeri dan talenta lokal diharapkan menciptakan keseimbangan yang mampu menantang tim-tim kuat di Grup D.

Harapan dan Tantangan di Piala Asia 2023

Menatap turnamen, harapan utama Timnas Indonesia adalah lolos ke fase knockout dan menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan penampilan di Piala Asia 2019. Keberadaan pemain yang berkompetisi di liga luar negeri seperti Arhan menjadi indikator positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Namun, tantangan tetap besar. Irak, Iran, dan Korea Utara merupakan lawan yang memiliki kedalaman skuad dan pengalaman internasional yang lebih tinggi. Keberhasilan Indonesia sangat bergantung pada konsistensi defensif, kemampuan mengontrol tempo permainan, serta efektivitas serangan balik.

Baca juga:
Portsmouth Tundukkan Ipswich Town 2-0, Harapan Promosi Otomatis Ipswich Kian Suram

Jika Pratama Arhan dapat menyalurkan pengalaman taktik dan fisik yang diperoleh di Tokyo Verdy ke lapangan, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk mengendalikan lini belakang dan menahan tekanan lawan.

Dengan semangat baru, dukungan fans, dan strategi yang matang, Timnas Indonesia siap menorehkan sejarah baru di Piala Asia 2023.

Tinggalkan komentar