Ruang Perpustakaan SDN Tlogo 2 Dibongkar: Nasib Sekolah Terancam Akibat Koperasi Merah Putih

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 24 April 2026 | SDN Tlogo 2 di Blitar kini menyaksikan perubahan drastis pada lingkungan belajar. Pada Jumat, 24 April 2026, proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) resmi dimulai di dalam kompleks sekolah. Pembangunan ini mengakibatkan Ruang Perpustakaan SDN Tlogo 2 dan beberapa ruang penting lainnya harus ditutup atau diubah fungsinya.

Latar Belakang Proyek

Pengusulan pembangunan KDMP berasal dari pihak pemerintah daerah yang berupaya meningkatkan ekonomi desa melalui koperasi. Meskipun niatnya bersifat sosial‑ekonomi, lokasi yang dipilih berada tepat di area inti sekolah, termasuk perpustakaan, ruang kepala sekolah, serta ruang ekstrakurikuler. Keputusan ini mendapat lampu hijau dari kepala daerah meski sebelumnya ada penolakan kuat dari guru, wali murid, dan sejumlah anggota legislatif daerah.

Baca juga:
Daya Tampung SNBT UNJ 2026 Terungkap: Jadwal, Kuota, dan Tips Memilih Jurusan Favorit

Reaksi Guru dan Orang Tua

Sejumlah guru menolak keras keputusan tersebut. Seorang guru yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaan mendalam, menyatakan bahwa aspirasi penolakan mereka tidak didengar. Ia menambahkan, “Kami menolak, tapi kalau para pemimpin, bahkan kepala daerah sudah berikan izin, nggak ada yang bisa kami lakukan.”

Orang tua siswa juga mengungkapkan kekhawatiran. Banyak yang takut proses belajar mengajar anak‑anaknya akan terganggu, terutama karena perpustakaan merupakan sumber utama materi belajar tambahan. “Kami tidak mengerti politik pembangunan, yang kami inginkan hanyalah hak anak untuk belajar tidak terganggu,” kata seorang ibu murid.

Baca juga:
Geger! Ribuan PPPK Dihapus, Guru & Dokter Terancam Kehilangan Pekerjaan – Apa Penyebabnya?

Ruang yang Terkena Dampak

  • Ruang Perpustakaan SDN Tlogo 2
  • Ruang Kepala Sekolah
  • Ruang Ekstrakurikuler
  • Beberapa ruang kelas tambahan yang direncanakan untuk kegiatan belajar

Janji Ruang Pengganti yang Belum Terwujud

Pemerintah daerah sempat menjanjikan pembangunan ruang pengganti sebagai kompensasi. Namun, sejak alat berat mulai masuk ke lokasi, janji tersebut belum terealisasi. Guru yang sama menyatakan, “Kayaknya beberapa waktu lalu sempat akan dibangun ruang pengganti. Tapi, buktinya sampai proses KDMP mau dibangun tidak ada kabar lagi.”

Dampak Terhadap Proses Pembelajaran

Tanpa ruang perpustakaan, guru kebingungan menempatkan koleksi buku dan materi belajar lainnya. Ruang kosong yang tersedia tidak memenuhi standar keamanan atau kenyamanan untuk aktivitas belajar. Akibatnya, jadwal pelajaran ekstra harus disesuaikan, dan beberapa kegiatan ekstrakurikuler terpaksa dibatalkan atau dipindahkan ke luar lingkungan sekolah.

Baca juga:
Rekrutmen 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Peluang Emas bagi Lulusan Muda

Langkah Selanjutnya

Komite sekolah bersama perwakilan orang tua berencana mengajukan surat permohonan resmi kepada dinas pendidikan daerah untuk mempercepat penyediaan ruang pengganti. Selain itu, mereka juga menuntut transparansi penggunaan lahan dan evaluasi dampak sosial ekonomi dari proyek KDMP.

Situasi ini mencerminkan ketegangan antara kebijakan pembangunan ekonomi lokal dan kebutuhan pendidikan dasar. Jika tidak ada solusi yang memuaskan semua pihak, potensi konflik lebih lanjut dapat mengganggu iklim belajar di SDN Tlogo 2.

Tinggalkan komentar