Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 25 April 2026 | Jumat malam, 24 April 2026, aksi demo UMI yang digelar di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berakhir ricuh. Mahasiswa yang memperingati tiga dekade tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) menutup Jalan Urip Sumohardjo, namun situasi berubah menjadi konfrontasi dengan sekelompok pengendara ojek online (ojol) yang mengenakan jaket berwarna cerah.
Latar Belakang Demonstrasi
Demonstrasi ini merupakan upaya mahasiswa UMI untuk mengingat kembali peristiwa kelam April 1996, ketika ribuan warga Makassar tewas dalam aksi penembakan. Selain memperingati korban, para mahasiswa juga menuntut keadilan atas kasus Andrie Yunus, seorang aktivis yang diduga menjadi korban penyiraman air keras oleh oknum TNI.
Perkembangan Situasi di Lapangan
Pada sore hari, aksi berjalan kondusif; orasi dan spanduk menyuarakan tuntutan hak asasi. Namun menjelang malam, sekelompok ojol yang berjaket mengelilingi lokasi, menolak penutupan jalan, dan mulai menyerang mahasiswa dengan melempar batu. Mahasiswa yang berada di posisi defensif terpaksa mundur masuk ke area kampus. Beberapa saksi melaporkan bahwa massa ojol bahkan merobohkan gerbang kampus dan merusak fasilitas, termasuk motor milik mahasiswa yang dipukul hingga rusak.
Kerusuhan tersebut menyebabkan kemacetan total di Jalan Trans Sulawesi serta Jalan Perintis Kemerdekaan. Pengendara yang kecewa turun dari kendaraan untuk memprotes penutupan jalan, menambah kepadatan. Pada satu titik, seorang pengemudi mobil mencoba menerobos barikade mahasiswa, namun ia berhasil dibendung dan terpaksa mengubah arah.
Intervensi Kepolisian
Polisi Makassar, yang dipimpin oleh Kombes Pol Arya Perdana, segera turun ke lokasi sekitar pukul 21.30 WIB. Unit Brimob dan mobil patroli berusaha memisahkan kedua massa, menenangkan situasi, dan mengamankan area kampus. Dalam proses penertiban, puluhan mahasiswa ditangkap dan diamankan. Kombes Pol Arya menyatakan bahwa semua mahasiswa yang ditangkap akan didata, dihubungi orang tua, dan dikembalikan ke pihak kampus untuk diberikan pembinaan agar tidak kembali menggelar aksi hingga larut malam.
Setelah intervensi, massa ojol diminta kembali melanjutkan pekerjaan mereka, sementara arus lalu lintas perlahan kembali normal. Pada pukul 23.00 WIB, polisi masih berjaga di sekitar kampus untuk mengantisipasi potensi kericuhan susulan.
Reaksi dan Tindak Lanjut
- Mahasiswa: Menyatakan bahwa penutupan jalan merupakan bentuk tekanan agar pemerintah memperhatikan tuntutan mereka, terutama kasus Andrie Yunus.
- Pengendara ojol: Mengklaim bahwa penutupan jalan mengganggu mata pencarian mereka, sehingga memicu aksi balasan.
- Polisi: Menyatakan situasi kini kondusif, lalu lintas lancar, dan fokus pada proses pembinaan mahasiswa.
Pengamat keamanan menilai bahwa konflik ini mencerminkan ketegangan sosial yang masih tinggi di Makassar, terutama ketika isu-isu historis dan hak asasi kembali diangkat. Mereka menekankan pentingnya dialog antara pihak kampus, mahasiswa, dan aparat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Ke depan, pihak kampus UMI berjanji akan menindaklanjuti pembinaan mahasiswa yang ditangkap, sekaligus memastikan bahwa peringatan tragedi tidak berujung pada kerusuhan. Sementara itu, kepolisian akan terus memantau situasi di sekitar kampus untuk menjamin keamanan publik.