Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 22 Maret 2026 | London kembali menjadi panggung megah bagi pecinta seni bela diri campuran (MMA) pada pekan ini ketika UFC Fight Night 270 digelar di O2 Arena. Suasana riuh, lampu sorot menyoroti gelanggang oktagon, dan ribuan penonton bersorak menyambut para petarung yang siap mengukir sejarah. Dari pertarungan utama hingga pertarungan pendahuluan, malam itu dipenuhi aksi menegangkan, kejutan tak terduga, dan bahkan darah yang mengalir deras.
Taruhan Utama: Movsar Evloev vs Lerone Murphy
Pertarungan utama mempertemukan petarung berbobot ringan asal Rusia, Movsar Evloev, dengan pendatang baru Inggris, Lerone Murphy. Evloev, yang dikenal dengan teknik grappling halus dan kecepatan serangan, memasuki arena sebagai favorit. Namun, Murphy menanggapi dengan semangat kebangsaan, menegaskan tekadnya untuk menggebrak penonton London.
Dalam tiga ronde yang penuh taktik, Evloev berhasil mengendalikan jarak dan memanfaatkan keunggulan kaki untuk menekan Murphy. Pada ronde kedua, Evloev mengeksekusi takedown bersih, kemudian mengunci posisi ground‑and‑pound yang membuat lawan terpaksa menyerah. Keputusan juri mengukuhkan kemenangan Evloev dengan skor bulat, menegaskan posisinya sebagai salah satu talenta unggulan di divisi ringan.
Co‑Main Event: Brandon Pericic TKO dalam Dua Menit
Pertarungan co‑main event menampilkan Brandon Pericic melawan Louie Sutherland dalam kategori berat berat. Pericic, dengan rekam jejak 6‑1 dalam MMA dan 2‑0 di UFC, tampil agresif sejak bel berbunyi. Dalam 1 menit 45 detik pertama, ia melancarkan kombinasi pukulan keras yang menembus pertahanan Sutherland, memaksa lawan terjatuh ke matras.
Setelah serangkaian pukulan beruntun, wasit menghentikan pertarungan dengan keputusan TKO, memberi Pericic kemenangan yang cepat namun impresif. Kemenangan ini menambah reputasinya sebagai pemburu knockout di divisi berat, dan menambah ekspektasi terhadap penampilannya di pertarungan berikutnya.
Mason Jones vs Axel Sola: Pertarungan yang Membekas
Di pertarungan pendahuluan, Mason Jones melawan Axel Sola menjadi sorotan utama karena intensitasnya yang hampir tak terkendali. Kedua petarung, masing‑masing berpengalaman, bertukar pukulan, tendangan, dan serangan grappling yang membuat penonton berada di tepi kursi mereka.
Jones, dengan catatan 18‑2 dalam MMA, tidak ragu untuk membuka luka pada Sola, memotong kulit wajah lawan hingga mengeluarkan darah yang mengalir deras. Sola, yang tidak mau menyerah, membalas dengan serangan keras yang hampir mengubah alur pertarungan. Pada akhir ronde ketiga, Jones berhasil mengunci arm‑triangle, memaksa Sola menyerah. Pertarungan ini dinobatkan sebagai “slugfest” yang layak mendapatkan penghargaan Fight of the Night.
Ringkasan Hasil Lainnya
- Movsar Evloev mengalahkan Lerone Murphy via keputusan juri.
- Brandon Pericic mencatat kemenangan TKO dalam 1:45 menit melawan Louie Sutherland.
- Mason Jones mengalahkan Axel Sola via submission arm‑triangle pada ronde ketiga.
- Pertarungan lain di kartu utama menampilkan kemenangan cepat dari petarung muda yang menunjukkan kedalaman talent pool UFC.
Dampak dan Prospek Kedepan
Kemenangan Evloev memperkuat peluangnya untuk menantang gelar divisi ringan, sementara Murphy tetap menjadi bintang yang patut diwaspadai. Pericic, dengan performa TKO yang memukau, kini berada di radar promotor untuk pertarungan melawan lawan berprofil tinggi di divisi berat. Sementara itu, Jones, berkat pertarungan brutal melawan Sola, menambah kredibilitasnya sebagai pemburu gelar potensial.
UFC London 2024 tidak hanya memberikan hiburan kelas dunia, tetapi juga menegaskan peran penting Inggris sebagai pasar utama MMA di Eropa. Penjualan tiket yang cepat terjual habis, serta interaksi media sosial yang melimpah, menandakan pertumbuhan basis penggemar yang signifikan. Penggemar diharapkan menantikan event selanjutnya dengan antisipasi tinggi, terutama mengingat kualitas pertarungan yang ditampilkan.
Secara keseluruhan, UFC Fight Night 270 di London berhasil menyajikan aksi yang mendebarkan, memadukan teknik tinggi, kekuatan brutal, dan drama emosional. Pertarungan yang berlangsung akan menjadi referensi bagi generasi petarung berikutnya, sekaligus menambah daftar momen tak terlupakan dalam sejarah UFC.