Amerika Serikat Diduga Cicut Alokasi Tiket Fans Iran untuk Piala Dunia 2026

banner 468x60

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 12 Juni 2026 | Federasi Sepak Bola Iran menuduh Amerika Serikat mencabut alokasi tiket suporter Iran untuk pertandingan fase grup Piala Dunia 2026. Menurut laporan, tuduhan itu muncul hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai.

Iran menyebut langkah tersebut menjadi upaya untuk menghambat kehadiran pendukungnya di stadion, di tengah memburuknya hubungan kedua negara.

banner 336x280

Dalam pernyataannya, federasi sepak bola Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat kembali mengambil tindakan yang menghambat kehadiran pendukung Iran di stadion.

"Dengan kurang dari tiga hari tersisa hingga dimulainya Piala Dunia 2026, Amerika Serikat sekali lagi bertindak untuk menghalangi kehadiran pendukung Iran di stadion yang menjadi tempat tiga pertandingan fase grup tim nasional," kata federasi tersebut.

Federasi Iran menjelaskan bahwa aturan FIFA menetapkan setiap negara peserta mendapatkan alokasi delapan persen tiket untuk setiap pertandingan. Tiket tersebut diberikan kepada federasi nasional untuk didistribusikan kepada pendukung melalui jalur resmi.

Iran mengatakan, mereka sebelumnya sudah menerima kuota tiket tersebut dan telah memulai penjualan tiket untuk tiga pertandingan fase grup melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Seluruh laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.

Namun, federasi Iran menyebut alokasi itu kemudian dicabut secara tiba-tiba.

Federasi Iran juga menyatakan bahwa mereka telah menjalankan proses penjualan tiket secara biasa dan tidak ada hal yang tidak biasa dalam proses tersebut.

Tindakan Amerika Serikat ini dianggap sebagai upaya untuk menghambat kehadiran pendukung Iran di stadion dan memburuk hubungan antara kedua negara.

Iran telah mengajukan protes kepada FIFA atas tindakan Amerika Serikat ini dan meminta agar FIFA mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

banner 336x280
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:

Tinggalkan Balasan