Aturan Power Bank Jepang: Batas 2 Unit & Larangan Pakai Saat Terbang, Apa yang Harus Anda Tahu

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 25 April 2026 | Jepang memperketat aturan power bank Jepang mulai Jumat (24/4) demi meningkatkan keselamatan penerbangan. Penumpang kini tidak diperbolehkan mengisi daya atau menggunakan power bank selama berada di dalam kabin, serta dibatasi maksimal dua unit per orang. Kebijakan ini menjadi respons terhadap insiden kebakaran pada Januari 2025 yang diduga berasal dari power bank rusak pada penerbangan maskapai Korea Selatan.

Rincian Aturan Power Bank Jepang

Berikut poin-poin utama yang harus dipatuhi oleh setiap penumpang yang akan terbang ke atau dari Jepang:

Baca juga:
Misteri Tewasnya Remaja Akibat Pertengkaran Game: Kematian Mengejutkan di Lingkungan Sunyi
  • Penggunaan power bank dilarang selama penerbangan; tidak boleh dihubungkan ke perangkat apapun.
  • Pengisian daya power bank di dalam pesawat juga dilarang.
  • Setiap penumpang hanya boleh membawa maksimal dua buah power bank.
  • Kapasitas baterai tidak boleh melebihi 160 watt‑hour (Wh). Unit dengan kapasitas di atas batas ini tidak diizinkan masuk ke kabin.
  • Power bank harus ditempatkan dalam tas yang mudah dijangkau, bukan di bagasi tercatat atau kompartemen atas.

Latar Belakang dan Risiko

Regulasi ini selaras dengan standar internasional yang ditetapkan International Civil Aviation Organization (ICAO) pada Maret lalu, yang menekankan bahaya kebakaran akibat baterai lithium. Baterai jenis ini dapat memicu percikan api bila mengalami benturan atau kerusakan internal, menghasilkan asap beracun yang mengancam penumpang.

Insiden pada Januari 2025, di mana sebuah penerbangan Air Busan Co. mengalami kebakaran di dalam kabin, menjadi pemicu utama kebijakan baru. Investigasi menunjukkan power bank yang rusak menjadi sumber api. Sejak saat itu, otoritas transportasi Jepang, melalui Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata, menggencarkan langkah pencegahan.

Baca juga:
Mossad Ganti Bos, Netanyahu Optimis Gulingkan Iran: Apa Sebenarnya yang Terjadi?

Perbandingan dengan Aturan Sebelumnya

Sebelum aturan terbaru, pada Juli 2024 Jepang sudah melarang penempatan power bank di bagasi tercatat dan kompartemen atas, namun memperbolehkan penggunaan dalam kabin asalkan disimpan di tempat yang mudah dijangkau. Kebijakan lama masih mengizinkan hingga empat unit per penumpang dengan kapasitas maksimum 100 Wh. Pengetatan kini memangkas jumlah unit menjadi dua dan menurunkan batas kapasitas menjadi 160 Wh, menunjukkan peningkatan kewaspadaan.

Dampak Bagi Penumpang dan Maskapai

Penumpang yang tidak mematuhi aturan dapat dikenai denda atau bahkan penolakan naik pesawat. Maskapai juga diwajibkan menambahkan informasi tentang batasan ini pada proses check‑in dan boarding pass, serta melatih kru kabin untuk menangani situasi darurat yang melibatkan baterai lithium.

Baca juga:
Machida Zelvia Gigit Kemenangan di Semi Final ACL Elite, Mengguncang Shabab Al‑Ahli

Bagi wisatawan yang berencana ke Jepang, disarankan memeriksa label watt‑hour pada power bank sebelum berangkat. Jika tidak tercantum, rumus konversi yang umum dipakai adalah: Wh = (mAh × V) / 1000. Misalnya, power bank berkapasitas 20,000 mAh dengan tegangan 3,7 V menghasilkan 74 Wh, masih aman dibawa.

Tips Praktis Mematuhi Aturan

  1. Periksa label Wh pada setiap power bank sebelum packing.
  2. Simpan power bank di dalam tas tangan yang mudah diakses.
  3. Jangan mencoba mengisi daya perangkat selama penerbangan.
  4. Bawa power bank cadangan hanya bila diperlukan dan pastikan total unit tidak melebihi dua.
  5. Jika memiliki power bank dengan kapasitas >160 Wh, pertimbangkan untuk meninggalkannya di rumah atau mengirimkannya sebagai kargo khusus.

Dengan memahami dan mematuhi aturan power bank Jepang terbaru, penumpang dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan menghindari masalah administratif di bandara.

Tinggalkan komentar