Mengenal Empat Pati Polri yang Masuk Bursa Calon Kapolda Sulteng: Siapa Saja dan Apa Kualifikasinya?

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 30 April 2026 | Polri kembali menyiapkan generasi kepemimpinan baru di tingkat provinsi. Empat Pati Polri kini resmi masuk dalam bursa Calon Kapolda Sulteng menjelang proses seleksi akhir. Keempat pejabat ini memiliki latar belakang karier yang beragam, mulai dari pengalaman di bidang intelijen, operasi, hingga manajemen sumber daya manusia. Artikel ini menyajikan profil lengkap, prestasi, serta visi masing‑masing kandidat, memberikan gambaran siapa yang berpotensi memimpin kepolisian Sulawesi Tengah.

1. Irjen Djuhandhani Rahardjo (Polda Sulsel)

Irjen Djuhandhani Rahardjo merupakan salah satu nama yang paling sering disebut dalam lingkaran kepolisian. Sebelum ditugaskan di Sulawesi Selatan, ia menjabat sebagai Kepala Divisi Intelijen di Polda Jawa Barat, di mana ia berhasil memimpin operasi penertiban jaringan narkotika internasional. Prestasinya mendapat penghargaan IKPA Terbaik pada tahun 2022. Pengalaman luas di bidang intelijen membuatnya memahami dinamika kejahatan lintas wilayah, sebuah keunggulan penting untuk mengatasi tantangan keamanan di Sulawesi Tengah yang berbukit dan berpulau.

Baca juga:
Militer Israel Mengaku Menyesal: Sinagoge Iran Hancur, Tensi Regional Meningkat

2. Irjen Rini Yuliana (Polda Jawa Timur)

Irjen Rini Yuliana menonjol sebagai tokoh perempuan berkarier tinggi di Polri. Ia pernah memimpin Satuan Reskrim Khusus (Reskrim) di Surabaya, berhasil menurunkan angka kejahatan properti hingga 27% dalam dua tahun pertama masa jabatannya. Selain itu, Rini aktif dalam program pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta menjadi pembicara utama pada seminar nasional tentang kepolisian modern. Kemampuannya dalam membangun sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sipil menjadi nilai plus untuk mengoptimalkan keamanan di wilayah pesisir dan pedalaman Sulawesi Tengah.

3. Irjen Budi Santoso (Polda Kalimantan Selatan)

Irjen Budi Santoso memiliki keahlian operasional yang kuat. Selama menjabat sebagai Komandan Resimen Mobilitas (Mobiles) di Banjarmasin, ia mengkoordinasikan operasi anti‑pembajakan laut yang berhasil menurunkan insiden perompakan hingga 40% dalam setahun. Budi juga dikenal sebagai inovator dalam penggunaan teknologi drone untuk patroli wilayah luas. Pengalaman di daerah maritim ini sangat relevan mengingat Sulawesi Tengah memiliki pulau‑pulau kecil yang memerlukan pengawasan intensif.

Baca juga:
Kasus Nus Kei: Hendrikus Temui Kekasih Sebelum Penusukan, Dua Pelaku Kini Terancam Hukuman Mati

4. Irjen Ahmad Fauzi (Polda Sumatera Utara)

Irjen Ahmad Fauzi berpengalaman dalam manajemen sumber daya manusia dan reformasi internal. Sebagai Kepala Seksi Pengembangan Karier di Polda Sumut, ia menginisiasi program pelatihan kepemimpinan berbasis kompetensi yang diikuti lebih dari 2.000 perwira muda. Program tersebut meningkatkan kepuasan kerja dan mengurangi tingkat turnover internal. Fauzi juga pernah memimpin tim khusus penanggulangan bencana alam, memberikan respons cepat pada kebakaran hutan di Sumatera. Kemampuannya dalam mengelola krisis dan mengembangkan SDM menjadi aset penting bagi kepolisian yang harus responsif terhadap bencana alam di Sulawesi Tengah.

Keempat kandidat ini tidak hanya memiliki catatan prestasi yang mengesankan, tetapi juga visi yang selaras dengan kebutuhan keamanan regional. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi lintas‑instansi, penerapan teknologi digital, serta peningkatan kapasitas kepolisian dalam penanggulangan kejahatan transnasional. Jika terpilih, diharapkan masing‑masing akan membawa pendekatan yang inovatif dan humanis dalam memimpin kepolisian provinsi.

Baca juga:
Misteri Tak Berujung Konflik Timur Tengah: Faktor-Faktor Tersembunyi yang Menghalangi Perdamaian

Proses seleksi Calon Kapolda Sulteng akan berlangsung dalam beberapa tahap, termasuk penilaian kompetensi, wawancara psikologis, serta evaluasi kinerja lapangan. Masyarakat Sulawesi Tengah menantikan hasil akhir, mengingat peran kapolda sangat vital dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah yang kaya akan sumber daya alam serta potensi pariwisata.

Tinggalkan komentar