Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 06 Juni 2026 | Penyelenggaraan ibadah haji 2026 mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak karena dinilai semakin inklusif dan ramah terhadap jemaah lanjut usia (lansia), perempuan, serta penyandang disabilitas.
Langkah taktis pemerintah di lapangan dinilai sukses mengakomodasi kebutuhan puluhan ribu jemaah rentan yang menunaikan rukun Islam kelima tahun ini.
Berdasarkan data rekapitulasi jemaah Kementerian Haji dan Umrah RI, penyelenggaraan haji tahun ini melayani total 44.247 jemaah lansia, yang terdiri dari 21.351 lansia laki-laki dan 22.896 lansia perempuan.
Selain itu, pemerintah juga melayani 370 jemaah dengan kebutuhan khusus (Special Needs Individual) serta 275 jemaah pengguna kursi roda.
Tingginya angka jemaah kelompok ini menuntut kesiapan ekstra, dan komitmen tersebut dirasakan langsung oleh para jemaah di Tanah Suci.
Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Selatan, Dr. M. Anshari, S.Th.I., M.HI., C.SM, yang juga merupakan jemaah haji tahun ini, menyampaikan rasa terima kasihnya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi berhasil menciptakan ekosistem ibadah yang nyaman dan aman bagi jemaah berkebutuhan khusus.
'Sebagai penyandang disabilitas dan jamaah haji, saya merasakan langsung bagaimana aksesibilitas yang disediakan pemerintah sangat membantu. Mulai dari asrama haji, hotel, transportasi, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya telah memberikan kemudahan,' ungkap Anshari kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Jeddah, Jumat (5/6/2026).
Selain urusan infrastruktur fisik, Anshari menyoroti soft skill para petugas haji di lapangan. Menurutnya, kesabaran dan empati petugas menjadi kunci utama jemaah merasa dimanusiakan.
Penyelenggaraan haji 2026 juga mendapat pujian karena regulasi baru, Kepmen Nomor 28 Tahun 2025, yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan dan layanan publik bagi penyandang disabilitas di Indonesia.


















