Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 02 Mei 2026 | Sabtu, 2 Mei 2026, mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas berkumpul sejak pukul 15.30 WIB di depan Gedung Perpustakaan Nasional, kemudian melakukan long march menuju Patung Kuda setelah meniti rute dari IRTI Monas melalui Jalan Medan Merdeka Selatan.
Latar Belakang Aksi
Aksi dipicu oleh keluhan bersama mengenai krisis struktural dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk ketimpangan akses, penurunan mutu, serta kurangnya perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan dibandingkan program-program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Mahasiswa menilai kebijakan MBG mengalihkan fokus anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk perbaikan kualitas dan pemerataan pendidikan.
Rangkaian Aksi di Patung Kuda
Sesampainya di Patung Kuda, massa mahasiswa menancapkan sebuah mobil komando berhiaskan bendera merah putih dan tulisan “Suara Rakyat”. Dari atas mobil, orator mengumandangkan lagu perjuangan, menyanyikan Indonesia Raya, serta menyampaikan orasi yang menuntut pemerintah mendengar suara mereka. Aksi ini diiringi barikade yang dipasang oleh polisi, sehingga sebagian jalan di sekitar Tugu Patung Kuda ditutup, memaksa pengendara mengalihkan rute melalui Jalan Kebon Sirih, Jalan H. Agus Salim, dan Jalan H. Thamrin.
Selama aksi, mahasiswa menolak membuka barikade untuk mendekati Istana Negara, menegaskan bahwa suara mereka hanya akan terdengar bila diproyeksikan di depan Istana. Mereka juga menolak upaya aparat yang berusaha memisahkan massa BEM SI dengan aksi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang berlangsung beriringan di area yang sama.
Tuntutan Mahasiswa
- Reformasi tata kelola anggaran pendidikan, termasuk pemisahan anggaran pendidikan publik dengan anggaran kedinasan.
- Pembekuan dan penghentian komersialisasi pendidikan yang berlebihan.
- Peningkatan kesejahteraan guru, termasuk penyelesaian status guru honorer secara adil, transparan, dan bermartabat.
- Pemerataan distribusi guru di seluruh daerah, khususnya daerah tertinggal.
- Revisi dan partisipasi publik dalam penyusunan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
- Peningkatan fasilitas sekolah, khususnya infrastruktur digital dan laboratorium.
- Peningkatan akses pendidikan bagi siswa miskin dan daerah terpencil.
- Penguatan kurikulum yang menekankan kompetensi abad ke-21.
- Penghapusan program yang tidak relevan seperti MBG yang dianggap mengalihkan dana pendidikan.
- Transparansi dalam pelaporan anggaran pendidikan kepada publik.
Reaksi Pihak Berwenang
Polisi mengamankan area dengan water barrier dan menegaskan bahwa penutupan jalan bersifat sementara demi keamanan publik. Meskipun beberapa pengendara berusaha menembus barikade, aparat berhasil mengendalikan situasi tanpa insiden kekerasan. Pihak kepolisian juga membuka jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan, sementara kendaraan darurat tetap dapat melintas.
Pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tuntutan tersebut pada hari aksi, namun sumber internal menyebutkan bahwa tim penasehat presiden sedang memantau perkembangan dan menyiapkan respons kebijakan jangka menengah.
Demonstrasi berlangsung kondusif setelah orasi massal, dengan massa tetap berada di area yang ditentukan hingga sore menjelang penutupan resmi. Aksi ini menandai salah satu bentuk protes mahasiswa terbesar dalam rangka Hardiknas, sekaligus menegaskan peran aktif generasi muda dalam mengkritisi kebijakan pendidikan nasional.
Secara keseluruhan, Demo Hardiknas BEM SI di Patung Kuda berhasil menarik perhatian publik dan media, menyoroti pentingnya reformasi pendidikan serta menuntut pemerintah mendengarkan aspirasi mahasiswa demi masa depan bangsa.