Kepulan Kemacetan, Pohon Tumbang, dan Harga Beras Meroket: Tasikmalaya Bergolak di Hari-H Lebaran

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 30 Maret 2026 | Tasikmalaya kembali menjadi sorotan publik pada pekan ini. Antara kemacetan yang melumpuhkan arus kendaraan di lingkar Gentong, cuaca buruk yang menewaskan puluhan pohon di jalan‑jalan utama, hingga lonjakan harga beras premium di pasar tradisional, semua terjadi beriringan menjelang masa mudik Lebaran.

Arus Lalu Lintas Menggeliat, Polisi Rekayasa Solusi

Pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB, ruas Simpang Pamoyanan‑Lingkar Gentong dilaporkan mengalami kemacetan merayap. Kendaraan roda dua, roda empat, hingga bus menumpuk di persimpangan utama yang sekaligus menjadi titik masuk‑keluar kota menuju Garut‑Bandung dan Ciamis. Polisi Resor Tasikmalaya Kota mengambil langkah rekayasa lalu lintas dengan menyiapkan penarikan arus dari arah Simpang Sukamantri menuju Lingkar Gentong atas, serta sebaliknya.

Baca juga:
Tragedi Banjir Ponorogo: Dua Anak Tewas di Kubangan Air Setelah Hujan Deras

Penarikan arus dimulai dari arah Tasikmalaya‑Ciamis, melintasi kawasan SPBU Pos Budiman hingga Sukamantri, selama kurang lebih 15 menit. Selanjutnya, kendaraan dari arah Ciamis diperbolehkan melaju di dua jalur selama 20 menit. Upaya ini sempat mengembalikan kelancaran sementara, namun setelah jeda singkat, kepadatan kembali muncul secara bergantian.

Menarik perhatian, meskipun terdapat pagar betis di Pamoyanan, Polres belum menerapkan sistem satu arah (one‑way) yang biasanya menjadi solusi permanen pada titik persimpangan yang rawan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tindakan jangka pendek versus kebijakan infrastruktur yang lebih struktural.

Cuaca Ekstrem Membuat Pohon Tumbang, Mobil Rusak

Di sisi lain, cuaca buruk yang melanda wilayah Tasikmalaya pada hari yang sama menambah beban warga. Angin kencang dan hujan lebat menyebabkan puluhan pohon tumbang di beberapa ruas jalan utama, termasuk di sekitar pusat kota. Beberapa kendaraan, khususnya dua mobil pribadi, mengalami kerusakan parah akibat tertimpa dahan atau terjepit oleh pohon yang roboh.

Petugas pemadam kebakaran serta tim SAR dikerahkan untuk mengevakuasi korban dan membersihkan puing‑puing. Tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Baca juga:
Polri Pastikan Puncak Mudik Lebaran 2026 Terkendali, Lalu Lintas Tembus 181 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta

Harga Beras Premium Melejit di Pasar Tradisional

Sementara itu, pasar tradisional di Tasikmalya menunjukkan tren kenaikan harga beras premium yang signifikan. Beras jenis premium, yang biasanya menjadi pilihan konsumen menengah‑keatas, kini diperdagangkan dengan harga yang masih jauh di atas rata‑rata nasional. Peningkatan harga dipicu oleh kombinasi faktor, antara lain gangguan distribusi akibat kemacetan, serta gangguan logistik yang diakibatkan oleh cuaca buruk.

Pedagang pasar mengaku kesulitan dalam memastikan pasokan beras karena truk‑truk pengangkut harus melewati jalur yang sering macet atau terhalang puing‑puing. Akibatnya, stok beras premium menipis dan harga melonjak sekitar 15‑20 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Kasus Tenggelam di Sungai Cilamanjang Menjadi Sorotan

Di tengah kekacauan tersebut, sebuah kasus tenggelam di Sungai Cilamanjang menarik perhatian media lokal. Pria yang diduga warga Bogor tewas karena kecelakaan di sungai tersebut. Identitas korban baru terungkap setelah proses verifikasi data kependudukan, menambah daftar tragedi yang menimpa wilayah ini dalam beberapa hari terakhir.

Kasus ini menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas keselamatan di area sungai, terutama pada musim hujan ketika aliran air meningkat drastis.

Baca juga:
Truk Oleng Hantam Empat Kendaraan, 1 Tewas di Jalur Parakan‑Kertek: Kronologi Lengkap dan Fakta di Balik Kecelakaan Beruntun

Langkah Penanggulangan dan Harapan Warga

Pemerintah kota Tasikmalaya mengumumkan rencana perbaikan infrastruktur jangka pendek, termasuk pemasangan rambu satu arah permanen di Simpang Pamoyanan serta penambahan titik pemotong pohon pada jalan‑jalan rawan. Selain itu, dinas pertanian berkoordinasi dengan pedagang untuk menstabilkan pasokan beras melalui jalur distribusi alternatif.

Warga berharap upaya tersebut dapat meredakan tekanan yang dirasakan selama periode mudik Lebaran. Kesiapan layanan darurat, perbaikan infrastruktur, serta kebijakan harga yang adil menjadi kunci untuk mengembalikan rasa aman dan kenyamanan di kota Tasikmalaya.

Dengan koordinasi lintas sektoral yang lebih solid, diharapkan Tasikmalaya dapat melewati tantangan ini tanpa menimbulkan dampak jangka panjang bagi perekonomian dan kesejahteraan warganya.