Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 09 April 2026 | Ajax Amsterdam kembali menjadi sorotan tajam usai kekalahan 1-2 melawan FC Twente pada pekan ke-29 Liga Belanda 2025/26. Kekalahan yang terjadi di Johan Cruijff Arena tidak hanya menurunkan posisi klasemen, melainkan juga memicu kritik keras terhadap kiper muda asal Indonesia, Maarten Paes. Penampilan Paes dianggap menjadi faktor kunci yang menurunkan kualitas pertahanan Ajax, sehingga menimbulkan pertanyaan serius tentang masa depannya di klub raksasa Eredivisie.
Latar Belakang Maarten Paes di Ajax
Maarten Paes bergabung dengan Ajax pada musim 2024/25, tepat ketika tim asuhan Erik ten Hag mulai mengalami penurunan performa. Sebelumnya, Ajax dikenal dengan tradisi mengorbitkan kiper-kiper legendaris, mulai dari Edwin van der Sar hingga André Onana. Paes, yang memiliki darah keturunan Kediri, Indonesia, diharapkan dapat mengisi kekosongan dan mengembalikan kejayaan gawang De Godenzonen.
Namun, sejak debutnya, Paes belum mampu menunjukkan konsistensi yang diperlukan. Musim lalu, Ajax bahkan sempat berada di ambang degradasi, sebuah skenario yang belum pernah terbayangkan dalam sejarah klub. Tekanan ini semakin memuncak ketika Ajax gagal mengamankan tiket Liga Champions, kini terancam harus berjuang di Playoff Liga Konferensi.
Kekalahan dari Twente: Analisis Teknis
Pada pertandingan melawan Twente, gol pertama lawan dicetak oleh Ramiz Zerrouki melalui tendangan jarak jauh yang menembus mistar Johan Cruijff Stadium, menimpa Paes dengan keras. Pada babak kedua, Paes melakukan blunder fatal ketika umpan pendek ke bek kanan Josip Sutalo hampir berujung menjadi gol tambahan bagi Twente. Keputusan distribusi bola yang salah ini menjadi sorotan utama pundit dan pengamat sepak bola.
Selain itu, kiper Ajax juga dikritik karena kurangnya keberanian dalam menguasai area penalti pada serangan balik. Dalam situasi kritis, Paes tampak ragu, sehingga menurunkan kepercayaan lini belakang. Hal ini berkontribusi pada dua gol yang dicetak Twente, sementara satu-satunya gol Ajax datang dari Wout Weghorst pada menit ke-32.
Kritik Pundit Belanda
Baca juga:
FC Twente Raih Kemenangan Dramatis 2-1 atas Fortuna Sittard, Perkuat Posisinya di Puncak Eredivisie
Berbagai pundit sepak bola Belanda, termasuk legenda Ajax Wim Kieft, tidak segan menyuarakan keprihatinan mereka. Kieft menilai, “Ajax bermain buruk, tetapi FC Twente bermain cukup baik. Mereka juga tidak kesulitan.” Ia menyoroti khususnya distribusi bola Paes, menyebutkan bahwa Paes “terus memberikan umpan-umpan itu kepada Josip Sutalo” yang dianggap tidak efektif.
Pundit lain menambahkan bahwa masalah tidak hanya terletak pada Paes, melainkan pada pola bermain tim yang terlalu mengandalkan umpan pendek dari belakang tanpa variasi. Namun, Paes menjadi fokus utama karena kesalahan langsungnya yang mengakibatkan gol lawan.
Reaksi Internal dan Prospek Ke Depan
Manajemen Ajax belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai masa depan Paes, namun laporan internal menunjukkan tekanan yang semakin besar pada pemain. Beberapa analis memperkirakan bahwa Paes harus meningkatkan akurasi distribusi bola serta keberanian dalam mengatur pertahanan. Jika tidak, kemungkinan besar ia akan dipertimbangkan untuk dipinjamkan atau dijual pada jendela transfer berikutnya.
Di sisi lain, pelatih Erik ten Hag diketahui masih memberikan kesempatan kepada Paes untuk memperbaiki performa. Ten Hag menekankan pentingnya proses pembelajaran bagi pemain muda, meskipun hasilnya belum memuaskan bagi suporter Ajax yang terbiasa dengan standar tinggi.
Jika Paes berhasil mengatasi kritik dan memperbaiki kesalahan teknis, ia masih memiliki peluang untuk menjadi kiper utama Ajax dalam jangka menengah. Namun, jika tekanan terus berlanjut, nama-nama lain seperti André Onana atau kiper muda lainnya dapat menjadi alternatif bagi klub.
Secara keseluruhan, krisis kiper ini menambah beban pada Ajax yang sedang berjuang mengembalikan posisi puncak di Liga Belanda. Perbaikan tak hanya diperlukan pada lini pertahanan, tetapi juga pada mentalitas tim dalam mengelola tekanan kompetitif.
Krisis ini menjadi pengingat bahwa tradisi orbit kiper legendaris Ajax tidak dapat dijamin tanpa performa konsisten. Bagi Maarten Paes, tantangan berikutnya adalah membuktikan dirinya di panggung yang penuh ekspektasi, atau berisiko kehilangan tempatnya di salah satu klub terbesar Eropa.