Mantan Rektor Unimed Syawal Gultom Tutup Usia 64 Tahun, Dunia Akademik Berduka Mendalam

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 27 April 2026 | Medan, 27 April 2026 – Universitas Negeri Medan (Unimed) duka cita atas kepergian Prof. Dr. Syawal Gultom, mantan rektor dan Ketua Senat, yang meninggal dunia pada dini hari Senin, 27 April 2026, usia 64 tahun.

Profil Akademik

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, lahir pada 3 Februari 1962 di Medan, Sumatera Utara. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Matematika Unimed, melanjutkan ke jenjang magister di bidang pendidikan, dan meraih gelar doktor di bidang pendidikan matematika. Sebagai seorang guru besar, ia mengabdikan diri pada pengajaran, penelitian, dan pembimbingan mahasiswa selama lebih dari tiga dekade.

Baca juga:
Ducati Dihadapkan pada Kritik Berlebih: Mantan Rekan Setim Marquez Bongkar Realita Balap 2026

Kari​er dan Pengabdian

Karier akademik Syawal Gultom menonjol ketika ia terpilih menjadi Rektor Universitas Negeri Medan untuk dua periode, pertama pada 2007‑2011 dan kembali menjabat pada 2015‑2019. Di masa kepemimpinannya, Unimed mengalami peningkatan signifikan dalam peringkat nasional, penambahan program studi, serta penguatan kerja sama internasional. Setelah masa rektorat, ia tetap berperan aktif sebagai Ketua Senat Unimed, memastikan kebijakan akademik tetap selaras dengan visi universitas.

Tak hanya berkiprah di lingkungan kampus, Prof. Gultom pernah mengemban tugas eselon I di Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan serta Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK‑PMP). Pengalaman tersebut memperkaya perspektifnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat nasional.

Kematian dan Reaksi

Menurut pernyataan resmi Unimed yang dipublikasikan di akun media sosial resmi universitas, jenazah Prof. Syawal Gultom disemayamkan di kediamannya, Jalan Pelajar Timur, Komplek Griya Unimed. Keluarga, rekan kerja, serta mahasiswa mengalirkan ucapan belasungkawa melalui berbagai kanal, menekankan sosoknya sebagai pemimpin yang visioner, pendidik yang berdedikasi, dan pribadi yang rendah hati.

Baca juga:
Kejutan Besar Naff: Vokalis Marvel Habibi (El) Resmi Tinggalkan Band, Apa Selanjutnya?

Isli Pane, Kepala Humas Unimed, menyatakan, “Rektor beserta Keluarga Besar Universitas Negeri Medan menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin, akademisi, dan panutan yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan Unimed serta pendidikan nasional.”

Berbagai tokoh pendidikan, termasuk mantan rekan di Kementerian Pendidikan, juga menyoroti peran strategisnya dalam merumuskan kebijakan mutu pendidikan. Mahasiswa mengingat beliau sebagai dosen yang selalu menantang mereka untuk berpikir kritis dan inovatif.

Warisan dan Pengaruh

Selama masa jabatannya, Prof. Gultom berhasil memperkuat jaringan kerjasama Unimed dengan institusi dalam dan luar negeri, memperluas program beasiswa, serta meningkatkan fasilitas laboratorium matematika. Kebijakan peningkatan mutu pembelajaran daring yang diterapkan pada masa pandemi menjadi salah satu contoh inovasi yang masih dirasakan manfaatnya hingga kini.

Baca juga:
Final Memukau di GBK: Indonesia vs Bulgaria, Harga Tiket, Jadwal, dan Dampaknya pada Peringkat FIFA

Kepergiannya meninggalkan kekosongan yang sulit diisi, namun nilai‑nilai pendidikan yang ia tanamkan terus hidup dalam setiap lulusan Unimed. Banyak alumni yang kini memegang posisi penting di pemerintahan, industri, dan lembaga pendidikan, mengakui bahwa fondasi akademik yang diberikan oleh Prof. Gultom menjadi landasan kesuksesan mereka.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi‑Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan.

Tinggalkan komentar