Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 29 Maret 2026 | Sabtu (28/3/2026) di Circuit of the Americas, Austin, Amerika Serikat, akhir pekan balapan MotoGP memperlihatkan dinamika menarik bagi pembalap Indonesia. Mario Suryo Aji, pembalap tim Idemitsu Honda Team Asia, harus menerima posisi start ke-19 di kelas Moto2 setelah tidak berhasil menembus sesi kualifikasi kedua (Q2). Sementara itu, Veda Ega Pratama, sang rookie yang baru saja mencetak sejarah sebagai juara Moto3, harus bersaing dari barisan start paling belakang di kelas Moto3.
Detail Kualifikasi Moto2: Mario Aji di Posisi Ke-19
Mario Aji menutup sesi Q1 di posisi kelima dengan catatan waktu terbaik 2 menit 06,594 detik. Meskipun mencatatkan performa yang cukup kompetitif, ia masih berada 0,385 detik di luar zona aman empat pembalap teratas yang lolos ke Q2. Pada sesi Q1, Aji sempat menempati posisi empat sebelum bendera merah di Tikungan 5 menghentikan jalannya sementara. Setelah sesi dilanjutkan, ia tidak mampu memperbaiki waktu untuk menembus empat besar.
Keputusan akhir menempatkan Aji pada urutan start ke-19, yang berarti ia harus mengandalkan strategi overtaking yang agresif pada fase awal balapan. Sebelumnya, Aji mencatatkan peringkat ke-13 di balapan Moto2 Brasil, menunjukkan potensi yang belum sepenuhnya terwujud di trek COTA.
Ruang Lingkup Kualifikasi Moto3: Veda Ega Pratama Memulai dari Pojok Terakhir
Di kelas Moto3, Veda Ega Pratama menampilkan performa impresif sejak sesi free practice, menempati posisi ke-14 dengan catatan waktu 2 menit 14,484 detik. Hasil tersebut memenangkannya tiket langsung ke Q2, menghindarkan ia dari Q1 yang lebih menantang. Namun, dalam sesi kualifikasi utama, Veda harus memulai balapan dari posisi keempat, yang sebenarnya merupakan posisi paling belakang di grid karena hanya empat pembalap yang lolos ke Q2 di Moto3 Amerika 2026.
Meski memulai dari barisan paling belakang, Veda tetap menonjolkan kepercayaan diri. Pada sesi Q2, ia sempat menduduki posisi kedua dan bersaing ketat dengan Alvaro Carpe. Pada tiga menit terakhir, Carpe berhasil memperkuat posisinya dengan waktu terbaik 2 menit 12,107 detik, sementara Veda kehilangan peluang karena sedikit melebar keluar lintasan yang mengakibatkan catatan waktunya dibatalkan. Meskipun demikian, ia tetap mengamankan posisi start keempat dengan catatan 2 menit 12,218 detik.
Perbandingan Performa di Sesi Practice
Data practice menunjukkan jarak signifikan antara pembalap Indonesia dengan pemuncak klasemen. Mario Aji berada di peringkat ke-25 dengan waktu terbaik 2 menit 08,341 detik, tertinggal 2,494 detik dari David Alonso, pembalap CFMoto Aspar Team yang mencatatkan waktu tercepat. Sebaliknya, Veda Ega Pratama berada di peringkat ke-14, hanya 0,727 detik di belakang Maximo Quiles, pemuncak sesi practice Moto3.
Strategi dan Tantangan di Balik Grid
- Mario Aji: Dengan start ke-19, Aji harus mengandalkan kecepatan di lintasan lurus COTA dan kemampuan overtaking di tikungan-tikungan teknis untuk naik posisi. Tim Idemitsu Honda Team Asia diperkirakan akan menyiapkan konfigurasi mesin yang mengoptimalkan akselerasi di lurusan panjang.
- Veda Ega Pratama: Memulai dari posisi keempat menuntut Veda untuk memanfaatkan slipstream dan menjaga konsistensi lap demi lap. Sebagai rookie yang baru saja menjadi juara, tekanan untuk menampilkan performa konsisten akan menjadi faktor penentu.
Rekapitulasi Posisi Kualifikasi Moto2 dan Moto3
| Kelas | Pembalap | Posisi Start | Waktu Terbaik |
|---|---|---|---|
| Moto2 | Mario Suryo Aji | 19 | 2:06.594 |
| Moto3 | Veda Ega Pratama | 4 (paling belakang) | 2:12.218 |
Dengan hasil kualifikasi ini, akhir pekan balapan di Amerika Serikat menjadi ajang pembuktian bagi pembalap Indonesia. Mario Aji harus menyalip lebih dari 15 pembalap untuk kembali ke poin, sementara Veda Ega Pratama berupaya menyalip seluruh kompetitor di Moto3 demi menegaskan statusnya sebagai rookie juara. Kedua pembalap tersebut menunjukkan semangat juang tinggi, dan balapan besok akan menjadi sorotan utama bagi para penggemar balap motor di tanah air.
Secara keseluruhan, tantangan yang dihadapi Mario Aji dan Veda Ega Pratama menggambarkan dinamika kompetitif di ajang MotoGP dunia. Keberhasilan mereka dalam mengatasi start yang tidak menguntungkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi pembalap muda Indonesia ke depan.