Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 21 Maret 2026 | Musim mudik kembali tiba, menandai perpindahan massal jutaan warga dari kota ke kampung halaman. Lonjakan kendaraan selama periode tersebut sering memicu kerusakan jalan, mulai dari retakan kecil hingga lubang besar yang mengancam keselamatan pengguna. Menyikapi tantangan infrastruktur ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meluncurkan program respons cepat dengan menyiapkan 1.461 unit Diesel Road Unit (DRU) sebagai garda terdepan perbaikan jalan.
Program DRU dirancang untuk menanggulangi gangguan jalan secara real time. Setiap unit dilengkapi dengan peralatan berat seperti pemadat tanah, pemotong aspal, dan pengangkat beban, memungkinkan tim teknis melakukan perbaikan darurat dalam hitungan jam. Dengan mengoptimalkan mobilitas dan kesiapan teknis, Kemen PU berharap dapat meminimalisir waktu henti kendaraan dan menurunkan angka kecelakaan di jalur mudik.
Rincian 1.461 Unit DRU
- Jumlah total: 1.461 unit yang tersebar di seluruh provinsi strategis.
- Jenis alat: Excavator mini, roller compact, mesin pemotong aspal, dan pompa beton portable.
- Kapasitas operasional: Masing‑masing unit dapat menangani perbaikan jalan seluas 1.5 kilometer per hari.
- Tim pendukung: Setiap DRU dilengkapi dengan 5 teknisi bersertifikat dan 2 operator kendaraan pengangkut.
Distribusi unit DRU difokuskan pada koridor utama yang biasanya mengalami kepadatan tinggi selama mudik, seperti jalur Trans‑Jawa, jalur Pantura, serta rute lintas selatan ke Sumatera. Pemerintah daerah bekerja sama erat dengan Kemen PU untuk menempatkan DRU di titik strategis, termasuk gerbang tol, pos pemeriksaan, dan daerah rawan longsor.
Persiapan logistik dimulai sejak awal tahun, dengan proses pengadaan yang melibatkan produsen lokal dan internasional. Seluruh unit telah melewati uji kelayakan teknis dan siap dioperasikan pada awal pekan pertama September, tepat sebelum gelombang mudik mencapai puncaknya. Sistem monitoring berbasis GPS dipasang pada setiap DRU, memungkinkan pusat koordinasi mengawasi pergerakan dan menugaskan unit ke lokasi yang paling membutuhkan.
Antisipasi dampak positif program ini terlihat jelas. Dengan kemampuan perbaikan cepat, waktu tempuh kendaraan diperkirakan dapat berkurang hingga 30 persen pada rute yang mengalami gangguan. Selain itu, penurunan risiko kecelakaan akibat lubang atau jalan retak diproyeksikan mencapai 40 persen, meningkatkan rasa aman bagi para mudikwan.
Pejabat Kementerian PU menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin kelancaran arus mudik. “Kami tidak hanya menyiapkan sarana, tetapi juga membangun jaringan respons yang terintegrasi antara pusat, provinsi, dan daerah,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga dalam konferensi pers. “Setiap unit DRU akan beroperasi 24 jam, siap menanggapi situasi darurat kapan saja,” tambahnya.
Dengan langkah proaktif ini, diharapkan musim mudik tahun ini tidak lagi identik dengan keluhan jalan rusak yang melumpuhkan mobilitas. Keberhasilan implementasi 1.461 unit DRU akan menjadi tolak ukur kemampuan pemerintah dalam menangani infrastruktur dinamis, sekaligus memberi contoh bagi upaya serupa di masa mendatang.