Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 31 Maret 2026 | Pelatih Benfica, Jose Mourinho, kembali memanas‑panasnya perdebatan tentang kebijakan seleksi Tim Nasional Brasil setelah Carlo Ancelotti memutuskan tidak memanggil Neymar pada agenda FIFA Matchday bulan Maret. Mourinho menilai keputusan tersebut setara dengan menolak mengundang Lionel Messi di Argentina atau Cristiano Ronaldo di Portugal, sebuah pernyataan yang menimbulkan reaksi beragam di kalangan publik dan eks‑legenda Brasil.
Alasan Ancelotti Menolak Neymar
Carlo Ancelotti, yang menjabat sebagai pelatih Timnas Brasil, mengemukakan bahwa kondisi fisik Neymar belum memenuhi standar kebugaran yang diperlukan untuk kompetisi internasional. Sejak cedera otot pada akhir 2025 hingga operasi lutut kiri pada Desember 2025, Neymar mengalami masa pemulihan yang panjang. Ancelotti menegaskan, “kondisi fisik yang prima menjadi syarat utama bagi pemain yang ingin masuk ke Timnas Brasil,” sehingga sang bintang tidak dipanggil untuk laga uji coba melawan Prancis dan Kroasia di Orlando, Amerika Serikat.
Mourinho Menyindir Ancelotti
Mourinho, yang kini melatih Benfica, melontarkan kritik tajam kepada Ancelotti. Dalam wawancara dengan Diario Do Peixe, ia mengatakan, “Bayangkan jika Portugal tidak memanggil Cristiano Ronaldo, atau jika Argentina tidak memanggil Lionel Messi. Anda tidak bisa mencoret Neymar dari tim nasional kecuali ada kesepakatan bersama.” Ia menuduh keputusan Ancelotti tidak melibatkan dialog terbuka antara pelatih dan pemain, serta mengabaikan rasa hormat terhadap ikon sepak bola Brasil.
Reaksi Publik dan Legenda
Suara Mourinho sejalan dengan banyak pendukung Timnas Brasil yang menyuarakan dukungan mereka selama kekalahan 1-2 dari Prancis pada Jumat lalu. Di stadion, suporter melantunkan chant “Ole, ole, ole, ola, Neymar, Neymar!” sebagai bentuk protes atas absennya sang nomor 10. Legenda Brasil seperti Romário, Ronaldo Nazário, dan Cafu juga mengkritik keputusan Ancelotti, menilai bahwa Neymar masih memiliki potensi besar untuk membantu tim dalam persiapan menuju Piala Dunia 2026.
Pendukung Internal Tim
Di sisi lain, dua bintang Real Madrid yang berasal dari Brasil, Rodrygo dan Vinícius Júnior, menegaskan pentingnya kehadiran Neymar untuk menambah kreativitas dan pengalaman di skuad. Mereka menilai, meski belum fit 100 persen, Neymar masih dapat berkontribusi dalam pertandingan persahabatan dan turnamen persiapan yang tersisa sebelum pemilihan final pada 19 Mei.
Implikasi bagi Piala Dunia 2026
Keputusan Ancelotti menambah tekanan pada Neymar, yang masih memiliki sekitar sepuluh pertandingan bersama Santos untuk membuktikan kebugarannya. Jika Neymar berhasil kembali ke puncak performa, peluangnya untuk masuk ke skuad akhir Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar. Namun, jika cedera berulang menghambatnya, Brasil harus menyiapkan alternatif kreatif di posisi penyerang utama.
Secara keseluruhan, perseteruan antara Mourinho dan Ancelotti menyoroti dilema klasik antara kebijakan kebugaran dan kebutuhan akan talenta bintang. Sementara Ancelotti berpegang pada prinsip kebugaran optimal, Mourinho menekankan nilai simbolik dan moralitas dalam mengangkat pemain ikonik. Bagaimana keputusan akhir akan memengaruhi performa Brasil di panggung internasional masih menjadi pertanyaan yang menunggu jawaban pada pemilihan skuad final.