Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 09 April 2026 | Robert Lewandowski, penyerang asal Polandia berusia 37 tahun, kini menjadi sorotan utama Barcelona di tengah krisis serangan yang melanda klub asal Catalonia. Setelah menorehkan gol penentu kemenangan melawan Atletico Madrid dalam laga La Liga pada Sabtu lalu, sang striker veteran kembali dipilih menjadi starter di laga leg pertama fase perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid di Camp Nou.
Namun, meski namanya masih terdengar menakutkan, performa Lewan di lapangan tampak jauh dari standar yang selama ini diharapkan. Pada laga melawan Atletico, ia hanya menyentuh bola sebanyak 11 kali, menyelesaikan empat umpan, dan digantikan pada babak pertama oleh Fermin Lopez. Statistik tersebut mencerminkan penurunan signifikan dibandingkan dengan produktivitasnya di masa lalu.
Masalah Mobilitas dan Tekanan Tinggi
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengandalkan sistem pressing tinggi yang menuntut kecepatan, intensitas, dan mobilitas tinggi dari setiap pemain depan. Lewandowski, yang telah menurunkan kecepatannya seiring bertambahnya usia, terlihat kesulitan menyesuaikan diri dengan tuntutan tersebut. Gerakan tanpa bola yang dulu menjadi ancaman bagi pertahanan lawan kini melambat, menghambat kemampuan tim untuk mengeksekusi serangan cepat.
Selain itu, kehadiran pemain kunci seperti Raphinha yang cedera hamstring memperparah situasi. Raphinha, yang dalam tiga pertandingan terakhir mencatat delapan kontribusi gol, absen selama lebih dari satu bulan, meninggalkan kekosongan kreatif di lini serang. Dengan Raphinha tak tersedia, beban kreativitas beralih ke pemain muda Lamine Yamal, yang meski menampilkan aksi luar biasa, belum cukup untuk menutupi kekurangan dalam lini depan.
Kompetisi Internal dan Pilihan Formasi
Lewandowski tidak sendirian dalam persaingan tempat duduk nomor 9. Ferran Torres, pemain pengganti yang lebih muda, mengalami penurunan performa drastis; hanya mencetak satu gol dalam 12 penampilan La Liga terakhir dan belum mencetak gol di Liga Champions sejak November melawan Club Brugge. Karena itu, manajer Flick tetap menaruh kepercayaan pada Lewandowski meski statistiknya menurun.
Di sisi lain, Barcelona juga menyiapkan Marcus Rashford (pinjaman Manchester United) di sisi kiri serangan. Rashford menunjukkan usaha keras dengan tujuh tembakan (empat tepat sasaran) namun gagal mencetak gol, bahkan menabrak mistar gawang dari tendangan bebas yang hampir diselamatkan kiper Juan Musso.
Harapan dan Tantangan di Leg Kedua
Leg kedua akan berlangsung di Estadio Metropolitano, markas Atletico Madrid, pada Selasa mendatang. Barcelona memerlukan perubahan signifikan untuk membalikkan defisit 2-0. Dengan ekspektasi tinggi pada Lamine Yamal—yang mencatat 16 duel, delapan dribel sukses, delapan penguasaan bola, enam pelanggaran yang dimenangkan, dan tiga peluang tercipta—tim masih membutuhkan dukungan yang memadai dari pemain senior.
Jika Lewandowski tidak mampu meningkatkan produktivitasnya, tekanan akan semakin besar pada opsi-opsi alternatif seperti Rashford atau penyesuaian taktik yang lebih mengandalkan kecepatan dan kreativitas pemain muda. Pada saat yang sama, rumor tentang potensi penurunan gaji Lewandowski demi tetap bertahan di Barcelona menambah dimensi baru pada situasi klub.
Kesimpulan
Robert Lewandowski tetap menjadi sosok berpengalaman yang dapat memberikan kontribusi penting, namun usianya yang sudah menginjak 37 tahun serta penurunan kecepatan dan kemampuan pressing menjadi faktor pembatas. Bersama dengan masalah cedera Raphinha dan performa kurang memuaskan Ferran Torres, Barcelona berada di persimpangan jalan. Keberhasilan leg kedua sangat bergantung pada kemampuan tim untuk mengoptimalkan peran Lamine Yamal serta menemukan kombinasi serangan yang lebih efektif, baik melalui Lewandowski maupun opsi alternatif. Jika tidak, krisis serangan Barcelona dapat berlanjut, memaksa klub untuk mempertimbangkan langkah strategis jangka panjang, termasuk potensi transfer atau penyesuaian taktik yang lebih radikal.