Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 29 Mei 2026 | Mataram, Nusa Tenggara Barat – Pulau Lombok kembali diguncang oleh serangkaian gempa bumi yang terjadi pada pagi hari, Jumat (29/5/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga gempa bumi dengan magnitudo berkisar antara 3,1 hingga 3,7 mengguncang daerah tersebut dalam waktu yang sangat dekat.
Gempa pertama terjadi pada pukul 04.03 WITA dengan kekuatan 3,7 magnitudo dan kedalaman 11 kilometer. Pusat gempa terletak sekitar 18 kilometer sebelah utara Kabupaten Lombok Barat, pada koordinat 8,53 derajat lintang selatan dan 116,08 derajat bujur timur. Guncangan gempa ini dirasakan hingga ke wilayah Lombok Utara, Mataram, dan Lombok Tengah dengan intensitas skala III hingga II MMI.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa bumi dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut. Menyusul gempa pertama, terdapat dua gempa susulan yang terjadi dalam rentang waktu yang singkat. Gempa kedua tercatat pada pukul 05.43 WITA dengan magnitudo 3,1 dan kedalaman 13 kilometer, berlokasi 18 kilometer sebelah barat daya Kabupaten Lombok Utara.
Guncangan dari gempa kedua ini juga dirasakan di Lombok Barat dan Mataram dengan skala III sampai II MMI. Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa hingga pukul 06.42 WITA, aktivitas gempa bumi masih berlanjut dengan munculnya gempa ketiga pada pukul 07.20 WITA dengan kekuatan 3,2 magnitudo, berlokasi di darat dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan ini kembali dirasakan oleh warga di Kabupaten Lombok Barat dan sekitarnya. Menanggapi serangkaian gempa ini, Sumawan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah mitigasi bencana dan terus berlatih untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
Di luar Lombok, pada hari yang sama, wilayah Cilacap, Jawa Tengah juga mengalami gempa bumi dengan magnitudo 4,6 yang terjadi pada pukul 03.59 WIB. Pusat gempa terletak di laut, sekitar 71 kilometer tenggara Cilacap, pada kedalaman 30 kilometer. Guncangan ini dirasakan dengan skala II hingga III MMI, tetapi belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban dari kejadian tersebut.
BMKG menjelaskan bahwa Indonesia, sebagai negara yang terletak di jalur Cincin Api Pasifik, sering mengalami aktivitas gempa bumi. Oleh karena itu, informasi terkini mengenai gempa bumi menjadi sangat penting untuk kewaspadaan masyarakat. Lembaga ini terus melakukan pemantauan dan memberikan data yang akurat untuk membantu masyarakat dalam mengambil tindakan yang diperlukan.
Sebelumnya, beberapa kejadian gempa bumi juga tercatat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Muna, Sulawesi Tenggara, dan Gayo Lues, Aceh, dengan magnitudo yang bervariasi. Edukasi tentang mitigasi bencana terus dilakukan untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman gempa bumi.
Dengan adanya serangkaian gempa di Lombok dan Cilacap, masyarakat diminta untuk selalu waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk pembaruan lebih lanjut.



















