Jason Arday, Profesor Cambridge, Hadapi Tuduhan Plagiarisme yang Meluas

Berita21 Dilihat
banner 468x60

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 05 August 2026 | Jason Arday, seorang profesor di Universitas Cambridge, telah hadapi tuduhan plagiarisme yang meluas. Menurut investigasi yang dilakukan oleh Retraction Watch, Arday dituduh telah mengambil teks dari berbagai sumber tanpa menyebutkan sumbernya. Tuduhan ini timbul setelah Times Higher Education menerima surat dari Carter-Ruck, firma hukum defensif yang mewakili Arday, yang menyatakan bahwa tuduhan ini adalah palsu dan dapat merusak reputasi Arday.

Arday, yang menjadi profesor di usia 38 tahun, telah menjadi sorotan karena klaim-klaim yang tidak masuk akal tentang dirinya. Ia telah mengklaim bahwa ia telah berlari 30 maraton dalam waktu 35 hari, serta telah bermain snooker dan sepak bola secara profesional. Namun, setelah investigasi, ditemukan bahwa klaim-klaim ini tidak benar.

banner 336x280

Arday juga telah mengklaim bahwa ia telah mengumpulkan £5,5 juta untuk amal, namun investigasi menunjukkan bahwa klaim ini tidak benar. Arday telah mengaku bahwa ia telah mengumpulkan uang tersebut sebagai bagian dari suatu syndikat, namun tidak dapat menyebutkan nama-nama orang yang terlibat.

Universitas Cambridge telah keluar untuk mendukung Arday, menyatakan bahwa tuduhan ini adalah “suatu kampanye yang kejam” yang bertujuan untuk mengganggu dirinya. Namun, investigasi menunjukkan bahwa tuduhan ini tidaklah palsu.

Arday telah menjadi sorotan karena klaim-klaim yang tidak masuk akal tentang dirinya. Ia telah menjadi simbol dari gerakan DEI yang telah menjadi sangat populer di kalangan akademisi. Namun, investigasi menunjukkan bahwa klaim-klaim ini tidaklah benar.

Arday masih menjadi profesor di Universitas Cambridge, namun tuduhan plagiarisme ini telah membuatnya menjadi sorotan. Ia harus membuktikan bahwa klaim-klaimnya adalah benar dan bahwa ia tidak melakukan plagiarisme.

banner 336x280
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:

Tinggalkan Balasan