Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 30 April 2026 | Jerome Powell mengumumkan rencananya untuk tetap menjabat sebagai anggota Dewan Federal Reserve meski masa jabatan sebagai ketua berakhir pada akhir tahun ini. Keputusan tersebut diungkapkan dalam sebuah pernyataan resmi yang menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tugas mengawasi kebijakan moneter Amerika Serikat, sekaligus menanggapi rangkaian serangan hukum yang menimpa bank sentral tersebut.
Latar Belakang Keputusan
Ketua Federal Reserve saat ini, Jerome Powell, dijadwalkan menyelesaikan masa jabatan dua periode sebagai ketua pada tanggal 30 September 2024. Meskipun demikian, ia menyatakan niatnya untuk tidak mengundurkan diri dari kursi anggota Dewan, melainkan melanjutkan peran sebagai gubernur sampai masa jabatan gubernur yang lain berakhir atau sampai penyelidikan Departemen Kehakiman (DOJ) selesai.
Serangan Hukum dan Penyidikan DOJ
Powell menyoroti “serangkaian serangan hukum” yang ditujukan kepada Federal Reserve dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut adanya gugatan hukum yang menantang kebijakan suku bunga, transparansi keputusan, serta tuduhan bahwa bank sentral tersebut melanggar peraturan antitrust. Selain itu, penyelidikan DOJ yang tengah berlangsung menelusuri dugaan pelanggaran hukum keuangan di antara pejabat tinggi Fed, termasuk potensi konflik kepentingan dalam penetapan kebijakan.
Dalam pernyataannya, Powell menegaskan bahwa keberadaannya di Dewan akan memberikan stabilitas institusional selama proses hukum tersebut berlangsung. “Saya akan tetap berada di sini sampai penyelidikan selesai, demi memastikan kebijakan moneter tidak terganggu oleh ketidakpastian hukum,” ujarnya.
Strategi Profil Rendah
Seiring dengan keputusan untuk tetap berada di kursi gubernur, Powell juga menjanjikan pendekatan “profil rendah” dalam menjalankan fungsi barunya. Ia menolak mengadakan wawancara media yang bersifat spekulatif dan lebih memilih berfokus pada pekerjaan teknis di balik pembuatan keputusan suku bunga. Menurut Powell, sikap tersebut akan membantu mengurangi tekanan politik yang semakin intens pada Federal Reserve.
Dampak terhadap Kebijakan Moneter
Keputusan Powell dipandang dapat menstabilkan ekspektasi pasar keuangan. Investor telah mengamati dengan cermat pergerakan suku bunga Federal Funds, dan keberlanjutan kehadiran Powell di Dewan memberikan sinyal kontinuitas kebijakan. Analis ekonomi mencatat bahwa meskipun kepemimpinan Ketua akan beralih ke pengganti yang belum diumumkan, kebijakan utama—seperti target inflasi 2% dan penyesuaian suku bunga secara gradual—kemungkinan akan tetap konsisten.
Namun, beberapa kritikus mengkhawatirkan bahwa keberadaan Powell yang tetap di Dewan dapat memperpanjang pengaruh kebijakan yang dianggap terlalu dovish (lembut) terhadap inflasi. Mereka menuntut rotasi kepemimpinan yang lebih cepat untuk mengimbangi tekanan inflasi yang masih tinggi di beberapa sektor ekonomi.
Reaksi Pemerintah dan Pengamat
Di Kongres, beberapa anggota menyambut baik keputusan Powell, menyebutnya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap stabilitas keuangan nasional. Senator dari Partai Republik menekankan pentingnya penyelesaian cepat atas penyelidikan DOJ, sementara anggota Partai Demokrat menyoroti perlunya transparansi lebih lanjut dalam proses pengambilan keputusan Fed.
Pengamat pasar menilai bahwa langkah Powell dapat menurunkan volatilitas pasar obligasi dan saham. Mereka memperkirakan bahwa selama proses hukum belum selesai, Federal Reserve akan berhati-hati dalam mengubah kebijakan suku bunga secara drastis.
Ringkasan Poin Penting
- Jerome Powell akan tetap menjadi anggota Dewan Federal Reserve setelah masa jabatan sebagai ketua berakhir.
- Keputusan diambil sebagai respons terhadap serangkaian serangan hukum dan penyelidikan DOJ yang sedang berlangsung.
- Powell berjanji mengadopsi profil rendah, menghindari sorotan politik berlebih.
- Stabilitas kebijakan moneter diharapkan terjaga, meski ada kritik mengenai arah kebijakan inflasi.
- Kongres dan analis pasar menilai keputusan ini positif untuk kepastian ekonomi.
Secara keseluruhan, langkah Jerome Powell untuk tetap berada di Dewan Federal Reserve mencerminkan upaya menjaga kesinambungan institusional di tengah gejolak hukum dan politik. Dengan profil rendah dan fokus pada tugas teknis, Powell berharap dapat menavigasi tantangan hukum sekaligus menjaga kestabilan kebijakan moneter Amerika Serikat.