Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 05 Juni 2026 | Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi salah satu tempat yang paling dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, belakangan ini, SPBU menjadi sorotan karena beberapa masalah yang terjadi. Mulai dari kelangkaan bahan bakar hingga penyelewengan dalam penyaluran bahan bakar.
Di Kolaka, Sulawesi Tenggara, misalnya, terjadi insiden di mana sebuah ambulans yang membawa jenazah diduga ditolak saat hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU 74.93508 Sabilambo. Pihak manajemen SPBU tersebut kemudian menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah karena kesengajaan, melainkan karena sistem digital mendeteksi kuota harian pada kode batang (barcode) subsidi kendaraan komunal tersebut telah habis.
Kelangkaan Bahan Bakar
Kelangkaan bahan bakar juga terjadi di beberapa daerah lainnya. Di Crimea, misalnya, kelangkaan bahan bakar memicu antrean panjang kendaraan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar. Otoritas setempat kemudian memberlakukan pembatasan penjualan bahan bakar untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Sementara itu, di Karimun, Kepulauan Riau, pengendara sepeda motor mengeluhkan maraknya pelangsir atau orang yang bolak-balik membeli premium di stasiun pengisian bahan bakar umum. Para pelangsir tersebut diduga mengisi penuh tanki sepeda motor dengan premium untuk menjualnya secara eceran.
Penyelewengan Penyaluran Bahan Bakar
Pertamina juga mencurigai penyelewengan penyaluran solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Sales Area Manager Pertamina Kepulauan Riau, Tengku Ezam, mengatakan bahwa penggunaan solar sesuai dengan jumlah kendaraan yang beredar, namun solar tidak akan habis hingga pendistribusian selanjutnya.
Penyelewengan penyaluran bahan bakar ini dapat menyebabkan kelangkaan bahan bakar dan merugikan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan yang ketat untuk mencegah penyelewengan tersebut.
Dalam beberapa kasus, penyelewengan penyaluran bahan bakar juga dapat menyebabkan kerugian bagi negara. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mencegah penyelewengan tersebut dan meningkatkan efisiensi dalam penyaluran bahan bakar.
Dalam menghadapi kelangkaan bahan bakar dan penyelewengan penyaluran bahan bakar, perlu dilakukan kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dengan demikian, dapat dilakukan upaya untuk meningkatkan ketersediaan bahan bakar dan mencegah penyelewengan penyaluran bahan bakar.













