Strategi Buyback Saham dan Pertumbuhan Kredit: Fokus Emiten di Tengah Tekanan Pasar

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 23 Mei 2026 | JAKARTA – Di tengah ketidakpastian pasar saham yang melanda, sejumlah emiten, termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), mulai mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisi mereka. Salah satu langkah yang banyak diambil adalah aksi buyback saham, yang diharapkan dapat memberikan sinyal positif kepada investor.

Senior Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menjelaskan bahwa buyback saham dapat memberikan sinyal bahwa valuasi saham dianggap murah dan membantu mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar. “Buyback umumnya lebih kuat menopang harga saham karena memberi sinyal valuasi murah. Sementara itu, stock split lebih bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan keterjangkauan harga saham,” ungkapnya.

Baca juga:
Harga Minyak Turun Drastis: Apa Dampaknya bagi Konsumen dan Pasar Global?

Dari data yang dihimpun, setidaknya ada 28 emiten yang akan melakukan aksi buyback, termasuk ADRO dan MIKA, yang juga direkomendasikan oleh Sukarno. ADRO berencana melakukan buyback hingga Rp4 triliun selama periode 20 April 2026 hingga 20 April 2027, sedangkan MIKA akan melaksanakan buyback sebesar Rp1 triliun dari 10 Juni 2026 sampai 9 Juni 2027.

Untuk BMRI, emiten bank pelat merah ini telah mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai maksimum Rp1,17 triliun, yang akan berlangsung dari 30 April 2026 hingga 29 April 2027. Langkah ini menyusul pertumbuhan laba bersih yang berhasil diraih BMRI, mencapai Rp15,4 triliun, tumbuh 16,6% dibandingkan tahun lalu.

Pertumbuhan Kinerja Emiten

Pertumbuhan yang positif juga terlihat pada emiten lainnya seperti ADRO dan MIKA. ADRO mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 23,40% year on year (YoY), mencapai US$470,91 juta, dengan laba bersih yang meningkat 67,07% YoY menjadi US$128,14 juta. Sementara itu, MIKA juga menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan laba bersih Rp325,80 miliar pada triwulan I/2026, yang naik dari Rp310,96 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

BRI Consumer Expo 2026: Mendorong Pertumbuhan Kredit Konsumer

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga tidak tinggal diam. BRI menggelar BRI Consumer Expo 2026 pada 22-24 Mei 2026 di JICC Senayan, Jakarta. Melalui acara ini, BRI menawarkan berbagai promo pembiayaan yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan kredit konsumer.

Dalam expo ini, pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan produk seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga mulai 1,75% dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan bunga mulai 1,59%. Acara ini juga menghadirkan berbagai produk dari pengembang properti dan merek otomotif terkemuka.

“BRI Consumer Expo 2026 adalah bagian dari strategi kami untuk memperluas akses pembiayaan dan memperkuat ekosistem layanan konsumer yang terintegrasi,” ungkap Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto.

Kesimpulan

Di tengah tantangan yang dihadapi pasar, emiten-emiten seperti BMRI, ADRO, dan MIKA menunjukkan komitmen untuk memperkuat posisi mereka melalui aksi buyback dan pertumbuhan kinerja yang solid. Dengan strategi yang tepat, diharapkan langkah-langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Baca juga:
Waspada! Harga BBM Non Subsidi Akan Naik, Bahlil Lahadalia Ungkap Detail Perhitungan

Tinggalkan komentar